Jika Surga & Neraka Tak Pernah Ada…

13 11 2008

zam-bjn2Secuplik syair lagu yang menginspirasi tentang hakekat surga dan neraka. Ada saja yang bertanya, apakah surga dan neraka benar2 ada.Mungkin ada dua jawaban yang sederhana tentang ini.
Pertama kalau kita yakin pada Allah maka tentu jawabnya ada, karena existensi keduanya dijelaskan di kitab suci.
Kedua, konsep ini bisa dipandang untuk menegakkan keadilan. Karena ada orang-orang yang melakukan kriminalitas, misalkan seperti korupsi dan menyerang negara lain seperti yang sering dilakukan Amerika, tidak bisa diadili olehpengadilan manusia di dunia. Maka para kaum tertindas masih punya harapan bahwa
para penindas tersebut akan mendapatkan keadilan di Neraka.

Mungkin kedua jawaban itu cukup bisa diterima. Tapi kemudian muncul lagi kritik bahwa kalau beribadah jangan untuk menghitung-hitung pahala biar masuk surga, seolah2 kita hitung2an dengan Allah. Hitung2an ini sebenarnya tidak salah, karena logika seperti itu juga digunakan di Kitab suci untuk menarik manusia berbuat baik.
Tapi logika ini menjadi membingungkan ketika orang2 yang terlihat rajin beribadah dan membawa
simbol2 agama kemudian melakukan kekerasan atas nama agama dan menganggap dirinya paling benar.Menggunakan logika hitung2an pahala dengan tujuan masuk surga tapi tidak membawa keselamatan (Salam, kata dasarnya sama dengan Islam) bagi dirinya dan makhluk Allah lainnya. Padahal masuk surga adalah karena rahmat Allah, tidak bisa sekedar berdasarkan hitung2an otak manusia.
Melakukan pemaksaan dengan kekerasan yang didasari rasa paling benar tidak bisa ditemukan dalilnya di
kitab suci, namun itu terjadi. Apakah itu karena kebodohan manusia dalam memahami kitab suci?
Mungkin benar karena kebodohan, malas mencari ilmu untuk mendalami kitab suci. Tapi yang umum terjadi adalah manusia sangat sering sekali terjebak dengan ego. Sesungguhnya yang paling benar dan maha benar hanyalah Allah, yang paling mulia hanyalah Allah.

Segala bentuk tindakan yang dilarang, yang haram adalah wujud dari ego / kesombongan manusia, wujud dari penghambaan diri manusia terhadap dirinya sendiri, terhadap nafsunya. Wujud dari penyimpangan manusia dari tujuan penciptaan. Dengan demikian munculah banyak ilah baru. Kenapa ini terjadi?
Sepertinya manusia melupakan sejarah. Lupa akan sejarah iblis diusir dari surga. Iblis adalah makhluk yang yakin akan adanya Allah, dulunya selalu beribadah kepada Allah, tapi gagal mengikis ego / kesombongannya saat disuruh Allah untuk sujud kepada Adam. Dia merasa dirinya lebih mulia dari Adam. Hebatnya lagi, setelah diusir dari surga, iblis tetap saja ego, dia minta diizinkan agar bisa menggoda manusia untuk menemaninya di neraka.Jadi mengikis ego memang luar biasa sulitnya kecuali bagi orang2 yang ikhlas. Makanya saat Allah megizinkan iblis menggoda manusia, terdapat satu golongan manusia yang dijamin Allah tidak tergoda, yaitu orang-orang yang ikhlas, yang berserah diri kepada kekuasan Allah bukan kekuasaan dirinya sendiri.Orang2 yang merasa hina di mata Allah.
Kisah ini cukup mudah dipahami tentang bahayanya ego yang bisa mengakibatkan kesombongan. Iblis diusir bukan tidak percaya akan adanya Allah (Iblis aja percaya, masak manusia tidak?), tapi karena merasa diri mulia dan tidak mau menurut satu perintah Allah (mungkin kita tidak menuruti lebih dari satu perintah).

Manusia pertama diciptakan disurga sehingga pada hakekatnya akan kembali ke asalnya di surga. Tapi perjalanan kembali pulang tersebut dihalangi oleh ego, tidak mau benar2 berserah diri kepada Allah. Ego inilah yang kemudian menambah tebal hijab / tembok melihat hakekat kehidupan sebenarnya, membuat kesadaran manusia turun menjadi sekedar kesadaran materi.
Berbagai peristiwa cobaan diberikan kepada manusia adalah untuk mengikis ego tersebut sehingga dia bisa melihat jalan pulang. Agar kembali kepada orientasi / visi menuju Allah. Bagi yang berhasil mengikis ego tersebut dan berserah diri kepada Allah maka eksesnya adalah menemukan jalan pulang yaitu ke surga. Bagi yang sampai berpisahnya ruh dengan jasad (alias mati) belum juga berhasil
mengikis ego, masih meng-ilahkan (mementingkan) nafsunya sendiri maka dengan sangat terpaksa masuk ke proses pengikisan ego berikutnya, yaitu neraka. Kalau sudah di neraka, manusia jadi menyerah total, tidak mungkin egonya tidak terkikis.Saat itu pastilah manusia sadar bahwa dirinya tidak ada apa2nya..namun sudah terlambat.

Jadi, surga dan neraka adalah akibat yang diterima manusia dalam mengikis egonya, membuang semua ilah (yang paling dipentingkan, yg paling dicintai, yg paling dipatuhi), yang ada hanya Allah.
Sebagai penutup, kita perlu mengingat kembali bahwa wujud materi sebenarnya adalah medan energy yang kosong seperti yang dijelaskan dalam pelajaran fisika quantum. Ketidakmampuan kita melihat/menyadari bahwa semua materi adalah kosong mungkin merupakan salah satu bukti
kesulitan kita merasakan adanya hari akhirat. Wallahu ‘alam





NASA temukan Bukti Bulan Pernah Terbelah

13 11 2008
bulan-terbelah-1Dalam Al-Quran dan Sunnah dijelaskan, bulan pernah terbelah di zaman
Rasulullah saw ketika masih berada Makkah sebelum hijrah ke Madinah.
 Kala itu,
orang kafir Quraisy meminta kepada Rasulullah saw membuktikan bukti
 dengan
mukjizat. Rasulullah memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan
 menjadi dua
sebagai hujjah atas kebenaran risalah dan kenabiannya. Ketika mereka
 melihat
dengan mata kepala mereka sendiri, namun kafir Quraisy mengingkarinya
 dan
mengatakan hal itu sebagai sihir Muhammad.
Untuk membuktikannya mereka menanyakan kafilah dari Syam. Namun mereka
 juga
menyatakan bahwa mereka melihat bulan terbelah dua. Tapi orang kafir
 tetap
menyatakan bahwa Muhammad menyihir semua orang.
�Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. dan jika
 mereka
(orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka
 berpaling dan
berkata: �(Ini adalah) sihir yang terus menerus,� (QS Al-Qamar:
1-2).
Bagaimana membuktikan bahwa bulan
itu benar-benar pernah terbelah? Bagi seorang Muslim tentu Al-Quran
 merupakan
bukti paling lmat. Sebab Al-Quran dan hadits shahih merupakan sumber
 informasi
paling akurat dan benar. Bagaimana membuktikan kepada orang yang tidak
mempercayai kebenaranAl-Quran atau hadits. Mereka membutuhkan bukti
 empiris.
Meskipun, bukti empiris itu tidak menjamin mereka percaya kepada
 Al-Quran. Tapi
itu masalah hidayah yang bukan wewenang
manusia. Tugas manusia hanya menegakkan hujjah.
Para ahli Badan Antariksa Amerika
(NASA) tidak pernah menyatakan resmi bahwa bulan pernah terbelah di mas
 a lalu
dengan bukti yang mereka temukan. Dari foto-foto hasil jepretan NASA,
 terlihat
jelas guratan-guratan lebar (rilles) dan panjang di permukaan bulan.
 Namun ada
banyak guratan tertutup oleh debu di bulan.. Jika debu itu diingkirkan
 amat
mungkin akan ditemukan guratan tersambung mengitari bulan. Jika
 ditemukan, ini
sebagai bukti bulan pernah terbelah di masa lalu.
Pada pakar di NASA menemukan
adanya guratan di bulan sepanjang ratusan kilometer. Mereka juga
 menemukan
beberapa guratan di permukaan bulan. Hingga saat ini mereka belum
 menemukan
penyebab munculnya guratan-guratan tersebut. Namun sebagai pakar
 astronomi
meyakini bahwa meyakini bahwa guratan itu akibat semburan lahar dari
 dalam bulan
jutaan tahun lalu. Sebagaimana yang pernah terjadi dengan bumi. Namun
 teori ini
dibantah sebab di bulan tidak ada belms kerusakan besar akibat semburan
 lahar
panas itu sebagaimana yang pernah terjadi di bumi. Guratan panjang di
 bulan
tepinya tajam seakan pernah dibelah dengan benda tajam.
Semua ahli antariksa menyatakan,
�rilles are still a topic of research� Topik ini masih dalam
 penelitian.

Hingga kini fakta ini masih membingungkan para ahli astronomi dan belum
menemukan penafsirannya. Semua terori yang pernah disampaikan tidak
 sesuai
gambar yang ada. Sebab gambar itu
menegaskan bahwa seakan bulan pernah terbelah oleh pembelah yang sangat
 mahir.
Dalam laporan yang dipublikasikan
oleh Asiasi Geofisikika Amerika tahun 1970 menegaskan, cara
 terbentuknya
guratan-guratan itu bertentangan dengan teori-teori yang ada. Salah
 satu
penafsiran penting dari Ir. Raplph Juergens bahwa guratan terjadi
 karena
sengatan listrik tegangan tinggi, persis seperti sambaran petir.
 Menurutnya,
hal itu terjadi karena pengaruh benda di angkasa yang tidak diketahui
 yang
mendekat ke bulan dan menciptakan cahaya petir sehingga bulan terbelah.
 Kedua
belahan bulan kembali menyatu seperti sebuah benda besi yang dibelah
 oleh
sengatan listrik dan kembali ditempelkan.
Tapi jika bulan terbelah menjadi
dua, kenapa tidak hancur? Ini bertentangan dengan hukum fisika yaitu;
 hukum
grafitasi alamo Jawabannya, karena ini adalah mukjizat dari Allah untuk
 para
nabinya. Sebagaimana mukjizat tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi
 ular
besar. Atau mukjizat Nabi Isa yang mampu menghidupkan orang yang sudah
 mati. Atau
mukjizat Nabi Sulaiman yang mampu mendatangkan istana Ratu Saba, Balqis
 dalam
hitungan detik. Mukjizat seperti tidak mungkin ditafsirkan secara
ilmiah..

zam-bjn1 

Penulis : Moeltazam