<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Moeltazam's Weblog</title>
	<atom:link href="http://moeltazam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://moeltazam.wordpress.com</link>
	<description>memurnikan aqidah dan ahlaq muslim</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Nov 2008 18:24:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='moeltazam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Moeltazam's Weblog</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://moeltazam.wordpress.com/osd.xml" title="Moeltazam&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://moeltazam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jika Surga &amp; Neraka Tak Pernah Ada&#8230;</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/jika-surga-neraka-tak-pernah-ada/</link>
		<comments>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/jika-surga-neraka-tak-pernah-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 18:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moeltazam</dc:creator>
				<category><![CDATA[tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moeltazam.wordpress.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Secuplik syair lagu yang menginspirasi tentang hakekat surga dan neraka. Ada saja yang bertanya, apakah surga dan neraka benar2 ada.Mungkin ada dua jawaban yang sederhana tentang ini. Pertama kalau kita yakin pada Allah maka tentu jawabnya ada, karena existensi keduanya dijelaskan di kitab suci. Kedua, konsep ini bisa dipandang untuk menegakkan keadilan. Karena ada orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=471&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-470" title="zam-bjn2" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn2.jpg?w=510" alt="zam-bjn2"   /></a>Secuplik syair lagu yang menginspirasi tentang hakekat surga dan neraka. Ada saja yang bertanya, apakah surga dan neraka benar2 ada.Mungkin ada dua jawaban yang sederhana tentang ini.<br />
Pertama kalau kita yakin pada Allah maka tentu jawabnya ada, karena existensi keduanya dijelaskan di kitab suci.<br />
Kedua, konsep ini bisa dipandang untuk menegakkan keadilan. Karena ada orang-orang yang melakukan kriminalitas, misalkan seperti korupsi dan menyerang negara lain seperti yang sering dilakukan Amerika, tidak bisa diadili olehpengadilan manusia di dunia. Maka para kaum tertindas masih punya harapan bahwa<br />
para penindas tersebut akan mendapatkan keadilan di Neraka.</p>
<p>Mungkin kedua jawaban itu cukup bisa diterima. Tapi kemudian muncul lagi kritik bahwa kalau beribadah jangan untuk menghitung-hitung pahala biar masuk surga, seolah2 kita hitung2an dengan Allah. Hitung2an ini sebenarnya tidak salah, karena logika seperti itu juga digunakan di Kitab suci untuk menarik manusia berbuat baik.<br />
Tapi logika ini menjadi membingungkan ketika orang2 yang terlihat rajin beribadah dan membawa<br />
simbol2 agama kemudian melakukan kekerasan atas nama agama dan menganggap dirinya paling benar.Menggunakan logika hitung2an pahala dengan tujuan masuk surga tapi tidak membawa keselamatan (Salam, kata dasarnya sama dengan Islam) bagi dirinya dan makhluk Allah lainnya. Padahal masuk surga adalah karena rahmat Allah, tidak bisa sekedar berdasarkan hitung2an otak manusia.<br />
Melakukan pemaksaan dengan kekerasan yang didasari rasa paling benar tidak bisa ditemukan dalilnya di<br />
kitab suci, namun itu terjadi. Apakah itu karena kebodohan manusia dalam memahami kitab suci?<br />
Mungkin benar karena kebodohan, malas mencari ilmu untuk mendalami kitab suci. Tapi yang umum terjadi adalah manusia sangat sering sekali terjebak dengan ego. Sesungguhnya yang paling benar dan maha benar hanyalah Allah, yang paling mulia hanyalah Allah.</p>
<p>Segala bentuk tindakan yang dilarang, yang haram adalah wujud dari ego / kesombongan manusia, wujud dari penghambaan diri manusia terhadap dirinya sendiri, terhadap nafsunya. Wujud dari penyimpangan manusia dari tujuan penciptaan. Dengan demikian munculah banyak ilah baru. Kenapa ini terjadi?<br />
Sepertinya manusia melupakan sejarah. Lupa akan sejarah iblis diusir dari surga. Iblis adalah makhluk yang yakin akan adanya Allah, dulunya selalu beribadah kepada Allah, tapi gagal mengikis ego / kesombongannya saat disuruh Allah untuk sujud kepada Adam. Dia merasa dirinya lebih mulia dari Adam. Hebatnya lagi, setelah diusir dari surga, iblis tetap saja ego, dia minta diizinkan agar bisa menggoda manusia untuk menemaninya di neraka.Jadi mengikis ego memang luar biasa sulitnya kecuali bagi orang2 yang ikhlas. Makanya saat Allah megizinkan iblis menggoda manusia, terdapat satu golongan manusia yang dijamin Allah tidak tergoda, yaitu orang-orang yang ikhlas, yang berserah diri kepada kekuasan Allah bukan kekuasaan dirinya sendiri.Orang2 yang merasa hina di mata Allah.<br />
Kisah ini cukup mudah dipahami tentang bahayanya ego yang bisa mengakibatkan kesombongan. Iblis diusir bukan tidak percaya akan adanya Allah (Iblis aja percaya, masak manusia tidak?), tapi karena merasa diri mulia dan tidak mau menurut satu perintah Allah (mungkin kita tidak menuruti lebih dari satu perintah).</p>
<p>Manusia pertama diciptakan disurga sehingga pada hakekatnya akan kembali ke asalnya di surga. Tapi perjalanan kembali pulang tersebut dihalangi oleh ego, tidak mau benar2 berserah diri kepada Allah. Ego inilah yang kemudian menambah tebal hijab / tembok melihat hakekat kehidupan sebenarnya, membuat kesadaran manusia turun menjadi sekedar kesadaran materi.<br />
Berbagai peristiwa cobaan diberikan kepada manusia adalah untuk mengikis ego tersebut sehingga dia bisa melihat jalan pulang. Agar kembali kepada orientasi / visi menuju Allah. Bagi yang berhasil mengikis ego tersebut dan berserah diri kepada Allah maka eksesnya adalah menemukan jalan pulang yaitu ke surga. Bagi yang sampai berpisahnya ruh dengan jasad (alias mati) belum juga berhasil<br />
mengikis ego, masih meng-ilahkan (mementingkan) nafsunya sendiri maka dengan sangat terpaksa masuk ke proses pengikisan ego berikutnya, yaitu neraka. Kalau sudah di neraka, manusia jadi menyerah total, tidak mungkin egonya tidak terkikis.Saat itu pastilah manusia sadar bahwa dirinya tidak ada apa2nya..namun sudah terlambat.</p>
<p>Jadi, surga dan neraka adalah akibat yang diterima manusia dalam mengikis egonya, membuang semua ilah (yang paling dipentingkan, yg paling dicintai, yg paling dipatuhi), yang ada hanya Allah.<br />
Sebagai penutup, kita perlu mengingat kembali bahwa wujud materi sebenarnya adalah medan energy yang kosong seperti yang dijelaskan dalam pelajaran fisika quantum. Ketidakmampuan kita melihat/menyadari bahwa semua materi adalah kosong mungkin merupakan salah satu bukti<br />
kesulitan kita merasakan adanya hari akhirat. Wallahu ‘alam</p>
<br />Posted in tasawuf Tagged: Pengetahuan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moeltazam.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moeltazam.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moeltazam.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moeltazam.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moeltazam.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moeltazam.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moeltazam.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moeltazam.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moeltazam.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moeltazam.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moeltazam.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moeltazam.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moeltazam.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moeltazam.wordpress.com/471/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=471&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/jika-surga-neraka-tak-pernah-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94f316a915f889d925a1a2d72ccfa6a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">moeltazam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zam-bjn2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASA temukan Bukti Bulan Pernah Terbelah</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/nasa-temukan-bukti-bulan-pernah-terbelah/</link>
		<comments>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/nasa-temukan-bukti-bulan-pernah-terbelah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 18:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moeltazam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moeltazam.wordpress.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Al-Quran dan Sunnah dijelaskan, bulan pernah terbelah di zaman Rasulullah saw ketika masih berada Makkah sebelum hijrah ke Madinah. Kala itu, orang kafir Quraisy meminta kepada Rasulullah saw membuktikan bukti dengan mukjizat. Rasulullah memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan menjadi dua sebagai hujjah atas kebenaran risalah dan kenabiannya. Ketika mereka melihat dengan mata kepala mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=466&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><tt><tt><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/bulan-terbelah-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-465" title="bulan-terbelah-1" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/bulan-terbelah-1.jpg?w=510" alt="bulan-terbelah-1"   /></a>Dalam Al-Quran dan Sunnah dijelaskan, bulan pernah terbelah di zaman
Rasulullah saw ketika masih berada Makkah sebelum hijrah ke Madinah.
 Kala itu,
orang kafir Quraisy meminta kepada Rasulullah saw membuktikan bukti
 dengan
mukjizat. Rasulullah memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan
 menjadi dua
sebagai hujjah atas kebenaran risalah dan kenabiannya. Ketika mereka
 melihat
dengan mata kepala mereka sendiri, namun kafir Quraisy mengingkarinya
 dan
mengatakan hal itu sebagai sihir Muhammad.
Untuk membuktikannya mereka menanyakan kafilah dari Syam. Namun mereka
 juga
menyatakan bahwa mereka melihat bulan terbelah dua. Tapi orang kafir
 tetap
menyatakan bahwa Muhammad menyihir semua orang.
�Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. dan jika
 mereka
(orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka
 berpaling dan
berkata: �(Ini adalah) sihir yang terus menerus,� (QS Al-Qamar:
1-2).
Bagaimana membuktikan bahwa bulan
itu benar-benar pernah terbelah? Bagi seorang Muslim tentu Al-Quran
 merupakan
bukti paling lmat. Sebab Al-Quran dan hadits shahih merupakan sumber
 informasi
paling akurat dan benar. Bagaimana membuktikan kepada orang yang tidak
mempercayai kebenaranAl-Quran atau hadits. Mereka membutuhkan bukti
 empiris.
Meskipun, bukti empiris itu tidak menjamin mereka percaya kepada
 Al-Quran. Tapi
itu masalah hidayah yang bukan wewenang
manusia. Tugas manusia hanya menegakkan hujjah.
Para ahli Badan Antariksa Amerika
(NASA) tidak pernah menyatakan resmi bahwa bulan pernah terbelah di mas
 a lalu
dengan bukti yang mereka temukan. Dari foto-foto hasil jepretan NASA,
 terlihat
jelas guratan-guratan lebar (rilles) dan panjang di permukaan bulan.
 Namun ada
banyak guratan tertutup oleh debu di bulan.. Jika debu itu diingkirkan
 amat
mungkin akan ditemukan guratan tersambung mengitari bulan. Jika
 ditemukan, ini
sebagai bukti bulan pernah terbelah di masa lalu.
Pada pakar di NASA menemukan
adanya guratan di bulan sepanjang ratusan kilometer. Mereka juga
 menemukan
beberapa guratan di permukaan bulan. Hingga saat ini mereka belum
 menemukan
penyebab munculnya guratan-guratan tersebut. Namun sebagai pakar
 astronomi
meyakini bahwa meyakini bahwa guratan itu akibat semburan lahar dari
 dalam bulan
jutaan tahun lalu. Sebagaimana yang pernah terjadi dengan bumi. Namun
 teori ini
dibantah sebab di bulan tidak ada belms kerusakan besar akibat semburan
 lahar
panas itu sebagaimana yang pernah terjadi di bumi. Guratan panjang di
 bulan
tepinya tajam seakan pernah dibelah dengan benda tajam.
Semua ahli antariksa menyatakan,
�rilles are still a topic of research� Topik ini masih dalam
 penelitian.

Hingga kini fakta ini masih membingungkan para ahli astronomi dan belum
menemukan penafsirannya. Semua terori yang pernah disampaikan tidak
 sesuai
gambar yang ada. Sebab gambar itu
menegaskan bahwa seakan bulan pernah terbelah oleh pembelah yang sangat
 mahir.
Dalam laporan yang dipublikasikan
oleh Asiasi Geofisikika Amerika tahun 1970 menegaskan, cara
 terbentuknya
guratan-guratan itu bertentangan dengan teori-teori yang ada. Salah
 satu
penafsiran penting dari Ir. Raplph Juergens bahwa guratan terjadi
 karena
sengatan listrik tegangan tinggi, persis seperti sambaran petir.
 Menurutnya,
hal itu terjadi karena pengaruh benda di angkasa yang tidak diketahui
 yang
mendekat ke bulan dan menciptakan cahaya petir sehingga bulan terbelah.
 Kedua
belahan bulan kembali menyatu seperti sebuah benda besi yang dibelah
 oleh
sengatan listrik dan kembali ditempelkan.
Tapi jika bulan terbelah menjadi
dua, kenapa tidak hancur? Ini bertentangan dengan hukum fisika yaitu;
 hukum
grafitasi alamo Jawabannya, karena ini adalah mukjizat dari Allah untuk
 para
nabinya. Sebagaimana mukjizat tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi
 ular
besar. Atau mukjizat Nabi Isa yang mampu menghidupkan orang yang sudah
 mati. Atau
mukjizat Nabi Sulaiman yang mampu mendatangkan istana Ratu Saba, Balqis
 dalam
hitungan detik. Mukjizat seperti tidak mungkin ditafsirkan secara
ilmiah..

<a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-467" title="zam-bjn1" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn1.jpg?w=510" alt="zam-bjn1"   /></a> 

Penulis : Moeltazam</tt></tt></pre>
<br />Posted in Pengetahuan Tagged: Pengetahuan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moeltazam.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moeltazam.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moeltazam.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moeltazam.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moeltazam.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moeltazam.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moeltazam.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moeltazam.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moeltazam.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moeltazam.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moeltazam.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moeltazam.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moeltazam.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moeltazam.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=466&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/nasa-temukan-bukti-bulan-pernah-terbelah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94f316a915f889d925a1a2d72ccfa6a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">moeltazam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/bulan-terbelah-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bulan-terbelah-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zam-bjn1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Safe Sex &amp; Moral Obligation</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/antara-safe-sex-moral-obligation/</link>
		<comments>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/antara-safe-sex-moral-obligation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 18:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moeltazam</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEX & SAFE]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moeltazam.wordpress.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Itulah akibat kurang iman. Mereka takut terhadap penyakit AIDS yang paling cuma 20 tahun penderitaannya. Untuk menghindarinya mereka pakai kondom dan mengira "AMAN" Padahal dengan berzina mereka tidak aman dari siksa api neraka yang jauh lebih pedih dan lebih lama. Untuk itulah gunanya kita belajar agama Islam agar tidak tertipu seperti mereka. Wassalam Antara Safe [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=461&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><img src="/DOCUME~1/227/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><tt><tt><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-462" title="zam-bjn" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn.jpg?w=510" alt="zam-bjn"   /></a>Itulah akibat kurang iman.
Mereka takut terhadap penyakit AIDS yang paling cuma 20 tahun
 penderitaannya.

Untuk menghindarinya mereka pakai kondom dan mengira "AMAN"

Padahal dengan berzina mereka tidak aman dari siksa api neraka yang
 jauh lebih pedih dan lebih lama.

Untuk itulah gunanya kita belajar agama Islam agar tidak tertipu
 seperti mereka.

Wassalam

Antara Safe Sex &amp; Moral Obligation
�
Sabtu pekan lalu, saat membaca Koran pagi di rumah, mata saya tertumbuk
 pada sebuah iklan di pojok halaman yang mencolok mata. Iklan tersebut
 berjudul University Challenge �safe sex, saves lives�. Selanjutnya
 iklan tersebut mengumunkan sebuah kompetisi yang ditujukan kepada seluruh
 Universitas di Indonesia untuk membuat proposal kampanye edukasi tentang
 kesehatan seksual di lingkungan universitas masing-masing dalam rangka
 hari AIDS Sedunia 2008 dan Pekan Kondom Nasional 2008.
�
Saya sangat jengah membaca iklan tersebut, apakah seks bebas sudah
 sedemikian menggejala di kampus-kampus di Indonesia, sehingga perlu
 diadakan kompetisi kampanye kesehatan seksual di lingkungan kampus.��
�
Memang, apabila kita amati beberapa penelitian, terlihat bahwa
 kehidupan bebas di kalangan remaja merupakan hal yang tidak tabu lagi.
 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh LSM Plan bekerjasama dengan PKBI
 (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) tentang perilaku seks remaja
 Bogor tahun 2000, menunjukkan dari 400-an responden, 98,6% remaja usia
 10-18 tahun sudah melakukan "pacaran"; 50,7% pernah melakukan cumbuan
 ringan, 25% pernah melakukan cumbuan berat, dan 6,5% pernah melakukan
 hubungan seks (78,6% diantaranya melakukan dengan pacar atau teman, dan
 sisanya dengan penjaja seks).
�
Demikian pula dari penelitian yang dilakukan Doktor Rita Damayanti dari
 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) pada
 tahun 2006. Beliau meneliti perilaku �pacaran� 8.941 pelajar dari 119
 SMA/sederajat di Jakarta. Hasil yang ditemukannya, tidak jauh berbeda, yakni
 6,5% pelajar SLTA telah melakukan hubungan seks dengan pacarnya
 (termasuk seks oral), dan sekitar 25% melakukan cumbuan dengan meraba dan
 menggesekan alat kelamin (petting).
�
Menurut pengamatan seorang teman saya, persoalan seks bebas ini
 bagaikan fenomena gunung es. Hanya puncaknya saja yang kelihatan, atau dengan
 perkataan lain hanya sedikit data yang terungkap. Menurut beliau, di
 balik itu, bisa jadi pelaku lebih banyak lagi. Data yang lebih dahsyat
 lagi, dari penelitian seorang pemerhati masalah sosial yang tidak
 dipublikasikan, menunjukkan bahwa saat ini telah beredar lebih dari 500 video
 porno buatan anak muda Indonesia. Hampir semua berawal dari dokumentasi
 iseng pasangan remaja untuk kenang-kenangan(?). Pelaku bervariasi
 dalam hal umur. Dari usia SMP hingga mahasiswa.
�
Pada tahun 2001, masyarakat dikejutkan oleh beredarnya film �Bandung
 Lautan Asmara� dan beberapa film porno buatan lokal. Sebagian pengamat
 memprediksi, bahwa akan ada peningkatan 10 kali lipat dalam 10 tahun ke
 depan. Ternyata ramalan itu salah, karena hanya dalam kurun waktu 5
 tahun, di tahun 2006, ditemukan bukti dan data film porno Indonesia yang
 dibuat secara amatir telah mencapai 500 buah! Lebih dari 50 kali lipat
 jumlah film porno pertama yang dibuat rentang 2001-2003. Sungguh sangat
 mengejutkan!

Jumlah tersebut di atas semakin bertambah karena ditemukannya bukti,
 bahwa setiap hari, minimal 2 film porno lokal baru di upload ke internet.
 Sebagian besar dibuat dengan menggunakan peralatan Handphone kamera
 dan berisi cuplikan hubungan seks dalam durasi yang singkat (kurang dari
 10 menit). Cuplikan video porno tersebut, dikonversi menjadi file-file
 berukuran kecil, tersebar di peralatan handphone dan pemutar film mini
 (MP4 Player) yang kini harganya semakin murah. Yang lebih mengenaskan,
 90% pelaku dan pembuat film terbesar video porno amatir itu adalah
 pelajar dan mahasiswa! Sebagian besar berisikan hubungan seksual sepasang
 kekasih yang dilakukan dengan �sukarela� dan �riang� gembira�. Hubungan
 seks telah dijadikan hal yang tidak serius, membuka rahasia ke ruang
 publik, atas nama cinta dan keisengan belaka. Korban terbesar adalah
 remaja putri, mereka banyak tidak sadar telah dijebak dan dieksploitasi.
 Direkam ketelanjangan tubuhnya atas
 nama cinta dan kasih sayang, ditipu habis-habisan dengan ancaman
 �putus� oleh kekasih bengalnya. Namun sayangnya, kata cinta kerap dijadikan
 senjata untuk membutakan logika.
�
Pada pertengahan tahun 2007 yang lalu saya menulis di sebuah media,
 bahwa dalam iklan-iklan di televisi telah terjadi perubahan fungsi kondom,
 dari alat kontrasepsi untuk sebuah program Keluarga Berencana, menjadi
 �sebuah alat penjaga kesehatan. Iklan-iklan yang ditayangkan tersebut
 tidak mempersoalkan apakah hubungan seks yang akan dilakukan dengan
 pasangan resminya atau bukan. Iklan-iklan tersebut lebih mementingkan
 kesehatan pelaku dalam mencegah HIV dan penyakit seksual lainnya, dan
 mengesankan memberi contoh kehidupan seks bebas bagi kaum muda dan remaja.
�
Akibat tulisan saya tersebut, saya �kebanjiran� pesan ataupun surat di
 mail box saya. Sebagian besar menyayangkan tulisan saya tersebut.
 Seharusnya, menurut mereka, saya harus bersyukur, bahwasanya saat ini sudah
 ada orang yang tidak lagi merasa munafik untuk memberikan petunjuk
 bagaimana cara hidup sehat melalui iklan-iklan kondom di TV tersebut.
 Bagaimanapun, masih menurut mereka, iklan-iklan kondom yang ditayangkan
 tentu tidak asal buat tanpa pemikiran panjang para kreatornya. Iklan-iklan
 tersebut justru berasal dari bagaimana masyarakat kita menjalani
 kehidupannya saat ini. Dan yang mencengangkan saya, sebagian besar yang
 �menghujat� saya sebagai seorang yang tidak mengerti keadaan dan seorang
 yang munafik adalah ibu-ibu. Saya hanya dapat mengurut dada, apakah sudah
 sedemikian permisifnya ibu-ibu di zaman ekonomi materialistis sekarang.
�
Merasakan fenomena seks bebas yang terjadi saat ini, dimana iklan dan
 kampanye kondom sangat luar biasa hingga perlu dilakukan kompetisi antar
 kampus guna edukasi tentang kesehatan seksual di lingkungan
 universitas, membuat saya berpikir apakah memang pencegahan dari sisi moral
 keagamaan tidak lagi mempan. Agama yang saya maksud di sini bukan hanya
 �Islam�, karena sepengetahuan saya tidak ada satu agama resmi pun di
 Indonesia yang dalam kitab suci-nya membenarkan perzinahan. Atau mungkin
 definisi �zinah� saat ini sudah berubah, yakni hubungan seks yang dilakukan
 berdasarkan suka sama suka di antara pelakunya� bukan lagi merupakan
 �perzinahan�???
�
Wallahu alam bishowab��.
�
Penulis: MULTAZAM (BOJONEGORO - JAWATIMUR)</tt></tt></pre>
<br />Posted in SEX &amp; SAFE Tagged: sex <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moeltazam.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moeltazam.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moeltazam.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moeltazam.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moeltazam.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moeltazam.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moeltazam.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moeltazam.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moeltazam.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moeltazam.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moeltazam.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moeltazam.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moeltazam.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moeltazam.wordpress.com/461/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=461&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/antara-safe-sex-moral-obligation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94f316a915f889d925a1a2d72ccfa6a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">moeltazam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zam-bjn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara MENGCOPY TEKS ARAB (AL QURAN) KE TEKS E-MAIL.</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/cara-mengcopy-teks-arab-al-quran-ke-teks-e-mail/</link>
		<comments>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/cara-mengcopy-teks-arab-al-quran-ke-teks-e-mail/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 17:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moeltazam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moeltazam.wordpress.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis pada Nopember 13, 2008 oleh zam00elta &#124; Sunting Hmmm,,.. Baiklah,, mohon maaf sebelumnya apabila terdapat perbedaan cara dan tutorial. Sebelumnya saya ingin menanyakan sbb : 1.. Dari format apa anda ingin mencopy text Alquran? 2.. Kemana anda akan mem-pastekannya? Keterangan tentang hal itu belum anda jelaskan secara detail. Hal ini penting mengingat : a.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=458&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Cara MENGCOPY TEKS ARAB (AL QURAN) KE TEKS E-MAIL." rel="bookmark" href="http://zam00elta.wordpress.com/2008/11/13/cara-mengcopy-teks-arab-al-quran-ke-teks-e-mail/"><br />
</a></h2>
<div class="postinfo">Ditulis pada <span class="postdate">Nopember 13, 2008</span> oleh zam00elta  | <a title="Sunting tulisan" href="http://zam00elta.wordpress.com/wp-admin/post.php?action=edit&amp;post=449">Sunting</a></div>
<div class="snap_preview">
<p><a href="http://zam00elta.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-450" title="zam-bjn" src="http://zam00elta.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn.jpg?w=91&amp;h=95" alt="zam-bjn" width="91" height="95" /></a></p>
<p>Hmmm,,..<br />
Baiklah,, mohon maaf sebelumnya apabila terdapat perbedaan cara dan tutorial.<br />
Sebelumnya saya ingin menanyakan sbb :<br />
1.. Dari format apa anda ingin mencopy text Alquran?<br />
2.. Kemana anda akan mem-pastekannya?</p>
<p>Keterangan tentang hal itu belum anda jelaskan secara detail. Hal ini penting mengingat :<br />
a.. Pada beberapa console email coorporate pada umunya hanya menggunakan plain text saja. Alhasil anda tidak akan bisa mempastekan kedalam bagan email tersebut text arab, kecuali anda menggunakan attachment. Contohnya pada concole email telkom.net. Solusinya anda ketik text email anda yang isinya bahasa arab tersebur dalam word dan attach-kam ke email anda.<br />
Pada beberapa console email seperti YAHOO, GMAIL, telah menngunakan format rich text (html). Jadi anda bisa mempastekan text bahasa arab ke bagan email.<br />
lihat gambar :</p>
<p>a.. Apabila anda menngunakan piranti Email-Client dengan protokol pop3 atau imap4 seperti Thunderbird, Outlook Express, Microsoft Outlook, Opera dst, Maka anda bisa mempastekan text arab sesuka anda. Tetapi perlu diperhatikan pada fitur Mail format harus di set pada rich text (html)<br />
Lihat gambar : Contoh pada Windows Mail</p>
<p>Contoh pada Microsoft Outlook :<br />
Seting dengan klik pada menu tool/option<br />
/mail format :</p>
<p>a.. PERHATIAN..!<br />
1.. Baca ulang dan pastikan text Alquran yang anda paste-kan adalah benar. Karna pada beberapa kasus apabila terjadi konfil pada setingan font walaupun text arab bisa di pastekan sering terjadi text arabnya terbalik seperti ini<br />
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ<br />
Menjadi<br />
بْمَنِالرَّحِيمِ ِسْمِ اللَّهِ الرَ</p>
<p>Semoga berhasil..<br />
Sukron</p></div>
<br />Posted in Al-Quran Tagged: Al-Quran <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moeltazam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moeltazam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moeltazam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moeltazam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moeltazam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moeltazam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moeltazam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moeltazam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moeltazam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moeltazam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moeltazam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moeltazam.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moeltazam.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moeltazam.wordpress.com/458/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=458&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moeltazam.wordpress.com/2008/11/13/cara-mengcopy-teks-arab-al-quran-ke-teks-e-mail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94f316a915f889d925a1a2d72ccfa6a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">moeltazam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zam00elta.files.wordpress.com/2008/11/zam-bjn.jpg?w=91&#38;h=95" medium="image">
			<media:title type="html">zam-bjn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengupas Misteri Air Zam Zam</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/19/mengupas-misteri-air-zam-zam/</link>
		<comments>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/19/mengupas-misteri-air-zam-zam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 19:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moeltazam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[air zam zam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moeltazam.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita selanjutnya bisa ditanyakan ke Wak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=430&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi.</p>
<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-431" title="zam-1" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-1.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita selanjutnya bisa ditanyakan ke Wak haji ya…:-) Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.</p>
<p>Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).</p>
<p>Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam<br />
——————————————————-<br />
Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.</p>
<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-432" title="zam-2" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-2.jpg?w=300&#038;h=123" alt="" width="300" height="123" /></a></p>
<p>Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.</p>
<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-433" title="zam-3" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-3.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Mata air zamzam</p>
<p>Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.</p>
<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-434" title="zam-5" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-5.jpg?w=300&#038;h=127" alt="" width="300" height="127" /></a></p>
<p>Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.</p>
<p>Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 &#8211; 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.</p>
<p>Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.</p>
<p>Air hujan sebagai sumber berkah</p>
<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-440" title="zam-4" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-4.jpg?w=300&#038;h=166" alt="" width="300" height="166" /></a><br />
——————————————————</p>
<p>Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.</p>
<p>Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah haji di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.</p>
<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-435" title="zam-6" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-6.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Gambar diatas memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.</p>
<p>Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).</p>
<p>Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.</p>
<p>Saat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.</p>
<p>Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam<br />
———————————————————————-<br />
Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.</p>
<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-436" title="zam-7" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-7.jpg?w=300&#038;h=139" alt="" width="300" height="139" /></a></p>
<p>Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.</p>
<p>Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.</p>
<p>Badan Riset sumur Zamzam yang berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:</p>
<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-437" title="zam-8" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-8.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>* Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.<br />
* Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.<br />
* Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).<br />
* Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.<br />
* Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.<br />
* Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam</p>
<p>Perkembangan perawatan sumur Zamzam.<br />
——————————————————————</p>
<p>Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.</p>
<p>Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.</p>
<p>Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.</p>
<p>Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).</p>
<p>Kandungan mineral<br />
———————————–<br />
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi<br />
Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).<br />
Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).</p>
<p>Molekul air zam zam</p>
<p>Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.</p>
<br />Posted in Pengetahuan Tagged: air zam zam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moeltazam.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moeltazam.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moeltazam.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moeltazam.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moeltazam.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moeltazam.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moeltazam.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moeltazam.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moeltazam.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moeltazam.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moeltazam.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moeltazam.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moeltazam.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moeltazam.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=430&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/19/mengupas-misteri-air-zam-zam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94f316a915f889d925a1a2d72ccfa6a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">moeltazam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zam-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">zam-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zam-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">zam-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">zam-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zam-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-7.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">zam-7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zam-8</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi Sufi</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/07/puisi-sufi/</link>
		<comments>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/07/puisi-sufi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 19:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moeltazam</dc:creator>
				<category><![CDATA[tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[puisi sufi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moeltazam.wordpress.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[1: ILMU DAN MAKRIFAT Wahai yang tidak aku kenali ku panjat gunung yang tinggi sangkaku Engkau berada di puncaknya namun tidak ku temui Engkau di sana.Lalu aku terjun dari puncak gunung jika Engkau ada pasti Engkau tidak membiarkan daku. Tangan Kudrat Iradat-Mu menyambar ku aku terbang dengan sayap Rahmani-Mu mengembara ke seluruh alam maya namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=351&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>1: ILMU DAN MAKRIFAT</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wahai yang tidak aku kenali</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ku panjat gunung yang tinggi</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sangkaku Engkau berada di puncaknya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>namun tidak ku temui Engkau di sana.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Lalu aku terjun dari puncak gunung</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>jika Engkau ada pasti Engkau tidak membiarkan daku.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Tangan Kudrat Iradat-Mu menyambar ku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku terbang dengan sayap Rahmani-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mengembara ke seluruh alam maya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>namun tidak ku temui Engkau di dalam alam.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Hatiku mengatakan Engkau ada</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>lalu aku keluar daripada alam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dan aku terjun ke dalam hatiku.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Di sana aku temui kebodohanku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bodohnya aku menyangka akulah Aku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sedangkan Dia jualah Aku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dan aku tiada beserta Dia.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Bila aku tiada beserta Dia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tinggallah Dia sendirian</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>rindulah Dia kepada diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>lalu Dia terjun ke dalam hatinya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>di sana Dia berjumpa Aku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku menyambutnya dengan tersenyum.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku dan Dia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dia dan Aku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bukan dua dan bukan Satu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>satu masih berbentuk</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>masih berjarak titik atas dengan bawah</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sedangkan Aku dan Dia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada antara</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bukan juga titik yang halus</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>titik yang halus masih menempati ruang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sedangkan Aku dan Dia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada rupa tiada bentuk tiada ruang tiada zaman.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku adalah Dia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dia adalah Aku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada beza antara Aku dan Dia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila aku cuba mengenali Dia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku tidak kenal lagi diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku tidak kenal lagi diri Dia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila dia cuba mengenali diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dia tidak kenal lagi dirinya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dia tidak kenal lagi diriku.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Tiada lagi kenyataan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada juga keghaiban.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Pengenalan sebenar adalah tidak kenal</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>pengetahuan sebenar adalah tidak tahu.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku adalah rahsia Dia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dia adalah rahsia Aku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>usah diganggu rahsia ini.</span></span></span></p>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>2: PENCARIAN</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Paling aku tidak mengerti</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bagaimana mahu menyeru-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>jika nama juga hijab</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>antara Engkau dengan aku.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau esa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada hijab menemani Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mana mungkin Engkau terhijab.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Berapa banyak hati sudah hancur luluh</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dalam merindui Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>berapa banyak fikiran telah berkecai</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dalam mencari Mu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau dekat</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tetapi bila didekati Engkau menjauh</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila berhenti Engkau melambai</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila dikejar Engkau menjauh kembali.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Bila aku di tangga rumah Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau menutup pintu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila aku undur</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau membuka jendela</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila aku mengintai</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau melabuhkan langsir.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dalam kepayahan ini</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>daku perlukan penawar</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>penawar itu ada pada tangan Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>namun aku malu menghulurkan tanganku yang cemar</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>untuk disambut oleh tangan Mu yang suci.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku tidak tergamak meminta Engkau menjadi teman</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>kerana aku tidak pernah membuktikan kesetiaan sebagai sahabat</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>namun hatiku gila kepada Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tetapi aku malu memanggil Engkau kekasih</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>kerana aku tersangat hodoh dan hina.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Janganlah Engkau murka</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>lantaran si hodoh dan hina ini mengasihi Mu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wajahku yang hodoh dan hina</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tidak layak Engkau tatapi</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wajah Mu yang cantik berseri</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tidak layak aku tatapi</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>di atas tangga rumah Mu aku terlena</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dengan harapan mataku tidak terbuka lagi</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>kerana aku tidak tahan merindui Mu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Izinkan daku bermalam di tangga rumah Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dan memejam mataku di situ</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>agar apabila Engkau membuka pintu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau memandang kepada ku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>walaupun daku tidak memandang kepada Mu.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>3: PENCARI</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Daku terbang mencari Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>lalu aku dipanah oleh pemanah</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>cederalah dadaku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>adakah begini nasib si pencari Mu?</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Jika Engkau bertanya apakah yang daku mahu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>jawapanku hanya satu: Engkau, semata-mata Engkau.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Selamatkan daku dari anak panah</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>supaya aku terus kuat terbang kepada Mu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau Pemilik keteguhan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>masukkan daku ke dalam benteng keteguhan Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>agar daku menjadi teguh</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada anak panah mencederakan daku.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Janganlah sesiapa menggangu daku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>biarkan daku bersama yang ku kasih</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sehingga Dia mengizinkan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>daku menyertai kalian.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>4: ILMU DAN MATLAMAT</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Daku terbang dengan sayap Rahmani Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Menggalas ilmu di atas belakang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Agar daku tidak sesat di jalanan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Tapi ilmu ini amat membebankan daku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Hingga daku tidak terdaya terbang tinggi</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Izinkan daku mencampakkan ilmu ke bumi</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Biar sayap Rahmani Mu sendiri membawa ku pergi</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Sesuka dan semahu Mu.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau ciptakan daku hanya untuk Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Maksud dan tujuan ku hanyalah Engkau</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Sampaikan daku kepada tujuan penciptaan dan matlamat ku.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>5: DOSA, KEBAIKAN DAN YANG HAK</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku kumpulkan sekalian dosa-dosa ku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>yang menghimpit jiwaku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku melihat seluruh dunia adalah dosa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>izinkan daku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>meletakkan segala dosa di bawah tapak kaki ku.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku hadapkan pandangan kepada kebaikan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila daku melihat diriku yang baik</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>berdatangan diri-diri lain menghijab</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>izinkan daku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>meletakkan segala kebaikan di bawah dosa-dosa.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku berhadapan dengan keinginan-keinginan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tanpa dosa jiwa belum tenang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>keinginan-keinginan mengheret kepada kegelisahan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tidak sabar.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wajah keinginan memperlihatkan ego diri</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>takutkan kesusahan dan kehinaan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Keinginan adalah dosa sebenar</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dosa-dosa lain adalah anak-anaknya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>walaupun anak-anak dikuburkan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ibu akan terus melahirkan anak-anak baharu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Bagaimana menghapuskan keinginan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bukankah ia adalah diriku sendiri.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku melihat kepada diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>terasa kesamaran di sebalik diri yang berkeinginan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dalam kesamaran itu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>wujud diri yang suci murni</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tanpa keinginan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ia tidak dikurung oleh jasad</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada ruang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada zaman.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ia sentiasa damai dan tenteram</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>namun ia tidak diberi kesempatan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>untuk memperlihatkan wajahnya.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Kuburkan diri yang berkeinginan!</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>begitulah ucapan Mu yang ku dengar.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Bila daku mendengar ucapan Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku melihat diri ku berada di tengah-tengah</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>di antara Engkau dan diri yang berkeinginan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku melihat</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>diri yang berkeinginan itu bukanlah diriku yang sejati</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ia hanyalah bayang-bayang yang muncul</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dari pancaran cahaya Mu kepadaku yang terhijab</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mengapa kepada bayang penglihatan ku tertuju</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sedangkan Engkau adalah cahaya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dan aku yang menerima cahaya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bayang adalah kegelapan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mengapa terpesona dengan kegelapan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau terangi daku dengan cahaya Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>untuk ku kenali diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>agar pengenalan itu membuatku melihat cahaya Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dan mengetahui bahawa cahaya Mu yang paling nyata</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sedangkan aku dan lain-lainnya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>adalah zarah-zarah yang terapung-apung</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>di dalam angkasa raya cahaya Mu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Cahaya Mu yang tanpa warna tanpa rupa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>adalah kebijaksanaan tanpa tara</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dengannya segala menjadi nyata.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Sekalian wajah-wajah adalah cermin wajah Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>cermin itu adalah keindahan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>keindahan adalah bayangan wajah Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>keindahan adalah rasa hati</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bukan bentuk bukan rupa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>apabila hati mesra di dalam keindahan Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>itulah penatapan wajah Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bulat, leper, atau panjang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>putih, kuning atau hijau</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>kelmarin, hari ini atau esok</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>semuanya tidak menjadi soal</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>pada hati yang melihat keindahan wajah Mu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Hati itulah rahsia besar.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Pandanglah Tuhan tanpa menggunakan mata</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dia tidak pernah bersembunyi</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dengarlah ucapan tanpa menggunakan telinga</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dia tidak pernah berhenti berkata-kata.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>6: KERAGUAN</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau ajukan pertanyaan:</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mengapa fikiranmu bersimpang siur</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mengapa dukacita tidak terlepas daripadamu.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wahai Pelindung diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>apabila aku mendatangi Mu dengan diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku kecundang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>fikiranku tidak bisa menjurus</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>jiwaku tidak bias tenang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>keraguan tidak terpisah dari diriku.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Pengalaman ini membuatku mengerti</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mengenali Mu bukanlah dengan diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>pengenalan Mu adalah dengan Diri Mu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Cahaya Mu yang menyatukan segala fikiran</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>cahaya Mu yang membakar segala kerisauan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Daku bukakan hatiku sambil memohon:</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>wahai ar-Rahman!</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>penuhilah hatiku dengan cahaya Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tanpa cahaya Mu mana mungkin daku melihat Mu.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>7: RAHSIA</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Bagaimana hendak ku serahkan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>zat rahsiaku kepada-Mu?</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ini adalah persoalan besar.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau ucapkan:</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>katakanlah: Roh adalah urusan Tuhanku.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Rahsia adalah rahsia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mana boleh diterka</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>hanya daku perlu meyakini</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ia adalah urusan Tuhanku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mengapa aku cuba memikul urusan Tuhan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>serahkan hak Tuhan kepada Tuhan..</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wahai Tuhanku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau mengetahui zat rahsiaku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>daku sendiri tidak mengetahuinya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tanpa pengetahuanku tentangnya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>daku serahkannya kepada Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>terimalah, terimalah, terimalah</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>daku tidak hairan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bagaimana Engkau menerima zat rahsiaku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>kerana Engkau yang paling rahsia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Pemilik segala rahsia.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>8: PENYERAHAN</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau berdiri dengan sendiri</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau mutlak</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada yang lain mampu mempengaruhi-Mu.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau Maha Perkasa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau kembangkan payung keperkasaan-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>melindungi yang lemah dan tidak berdaya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>akulah yang lemah dan tidak berdaya itu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>di bawah paying keperkasaan-Mu daku bernaung</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau sekali-kali tidak akan menolak</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>para hamba yang menyerah diri kepada-Mu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Alangkah mudahnya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila segala sesuatu diserahkan kepada-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dan yakin Engkau menerimanya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau tidak pernah letih atau lalai</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tidak mengantuk tidak tidur</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tidak bosan menguruskan hal hamba-hamba-Mu.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wahai Pelindung diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>penyerahan adalah kelapangan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>penyerahan adalah kedamaian</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>penyerahan adalah Kesejahteraan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wahai Pelindung diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>penuhilah hatiku dengan yakin</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>agar sekaliannya kembali kepada-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tanpa sebarang sisa pada diriku.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau gemar mendengar tutur-kata hamba-hamba-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau tidak jemu mendengar daku membebel</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiap ucapanku Engkau jawab</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dengan kelembutan-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>wahai al-Latiff</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>kami para hamba sangat Engkau manjai</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>dengan kemaha-lembutan-Mu.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="color:#000000;"><span>9: <span style="font-family:Arial,Helvetica;">ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Mereka berkata alam menjadi dalil wujud Allah</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku pandang pada alam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Allah tidak kelihatan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mana mungkin ada kekuatan alam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mempamer wujud Tuhan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bukankah Allah tidak memerlukan alam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dia yang zahir dan Dia yang batin</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dia yang awal dan Dia yang akhir.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Aku pandang ke dalam hatiku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>zat rahsiaku diterangi Rahsia Ilahi</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>kemudian akau pandang kepada alam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>baharu aku melihat Cahaya-Nya meliputi alam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku pandang lagi kepada alam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>cahaya-Nya kembali terhijab dari pandangan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>lalu aku pindahkan alam ke dalam hatiku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku kembali melihat  Cahaya Ilahi meliputi alam.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Cahaya-Nya hanya boleh dipandang oleh zat rahsiaku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>apabila aku menyatu dengan zat rahsiaku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tanpa takwil tanpa hujah tanpa terka</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tanpa ulasan tanpa kupasan tanpa huraian</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>hanya yakin dan larut di dalam keyakinan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bahawa aku tidak terpisah daripada zat rahsiaku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>baharu dapat aku saksikan Cahaya-Nya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tanpa rupa tanpa warna</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>hanya jelira di dalam yakin</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sesungguhnya Cahaya Engkau yang aku pandang.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Apa jua yang nyata</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila aku halakan pandangan ke sana</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>daku tidak melihat wujud di situ</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>hinggalah akau halakan pandangan ke dalam hati</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>baharulah aku melihat wujud menyertainya.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>10: PENGLIHATAN</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Daku menyaksikan Engkau jualah yang berbuat segala-galanya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau hadir dalam terang dan menyamar</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Sering daku terpedaya oleh penyamaran-Mu.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Daku panjatkan doa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Angkatkan tabir hijab</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Agar daku sentiasa melihat-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Tatkala Engkau hadir dalam nyata atau menyamar</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Tetapkan penglihatanku kepada-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ambillah pandangan majazi ini</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Kurniakan daku Cahaya Mu sebagai penglihatan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Agar tidak ada yang daku pandang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Melainkan Engkau jua yang kelihatan.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>11: NAFSU</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau ciptakan Firaun, Haman dan Qarun</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Mereka adalah sebesar-besar penderhaka terhadap-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Namun Engkau kurniakan dunia seluruhnya kepada mereka</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Itulah tandanya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dunia ini tidak melebihi sebelah sayap nyamuk pada sisi-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Tapi nafsu kami masih juga terliur</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Melihat keagungan Firaun, kepintaran Haman dan kekayaan Qarun</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Nafsu kami masih inginkan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Sayap nyamuk yang sebelah itu.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Nafsu sangat sabar menyembunyikan laparnya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Sesekali ia menghantar isyarat</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Jika Engkau menjawab ia akan bangun</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Di kala itu Engkau akan tertawan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Nafsu umpama sebuah kenderaan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Enjinnya ialah tamak</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Rodanya ialah dengki dan khianat</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Seteringnya ialah tipudaya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Bila kenderaan ini berjalan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ia meninggalkan asap kotor di belakang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Tetapi si pemandu asyik memandang ke hadapan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Tidak pernah melihat pencemaran yang ditinggalkan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Nafsu adalah sebahagian daripada dirimu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ia boleh diam dan tidur tetapi tidak berputus asa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Perlulah engkau sentiasa berwaspada.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>12:ASYIK</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Bila kerinduan terhadap-Mu menguasai hati</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Sirnalah segala yang maujud</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Tiada lagi yang dapat memberi kepuasan.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>13: SELAWAT DAN SALAM</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Burung-burung terbang di udara tidak jatuh</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Itulah Selawat dan salam-Mu ke atas Muhammad s.a.w</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Perahu-perahu terapung dipermukaan laut tidak tenggelam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Itulah Selawat dan salam-Mu ke atas Muhammad s.a.w</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Hujan membasahi bumi suburlah tumbuh-tumbuhan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Itulah Selawat dan salam-Mu ke atas Muhammad s.a.w</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Matahari menyinarkan cahayanya segarlah segala penghidupan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Itulah Selawat dan salam-Mu ke atas Muhammad s.a.w.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Engkau sentiasa berselawat dan salam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ke atas kekasih-Mu, Muhamamd s.a.w</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wahai Saidina Muhammad s.a.w</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Pada tanganmu jua terdapat cangkir air penghidupan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Air yang membasahi tengkuk yang dahagakan kasih Ilahi.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>14: UJIAN</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ada yang mengatakan ujian adalah kesusahan pada tubuh badan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>kesusahan pada jiwa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>apa untungnya Allah menyusahkan jasad dan jiwa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bukankah ia tidak menambahkan keagungan dan kemuliaan-Nya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>apalagi Dia Maha Mengasihani Maha Sopan-santun.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Pandanglah ujian dengan hatimu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ujian adalah perbuatan Tuhanmu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bukan untuk menghancurkan tetapi untuk meneguhkanmu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila kamu memperolehi keteguhan baharu kamu menjadi pilihan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila sudah lulus dan dipilih</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Dia bangga memperkenalkan kamu kepada makhluk-Nya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>keteguhan kamu melintasi ujian</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>menjadi dalil pilihan-Nya adalah tepat</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>inilah keadilan-Nya.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ujian ditujukan kepada rohani bukan kepada jasad atau jiwa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tujuannya untuk mengukur tauhid</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bukan sekadar untuk kesabaran</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>apakah nilai sabar tanpa tauhid</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bukankah sabar juga bersama si kafir.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ujian yang diterima dengan iman meneguhkan tauhid</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>menambahkan kekuatan pandangan hati</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tidak berkelip memandang kepada Tuhan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sehingga kepedihan ujian menjadi kemanisan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Ujian adalah pentas sandiwara</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>mempamerkan kebijaksanaan Tuan Pengarah</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila engkau diberi watak menderita</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>hingga berjaya membuat penonton menangis</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ketahuilah</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>engkau adalah pelakun penting</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>diasuh untuk menjadi bintang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bakal menerima ganjaran lumayan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Apabila engkau menjadi pelakun</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>apa bezanya watak gembira dengan watak duka</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>skrip di tangan Tuan Pengarah.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:center;" border="5" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>15: AKU DAN DIRIKU</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Diriku telah hilang</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ghaib di dalam gua yang dalam</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>gelap gulita</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>puasku mencarinya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>namun tidak ku temui</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sesekali gelibatnya melintasi di hadapan ku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila aku cuba memegang dia kembali menghalang.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Wahai Yang Maha Melihat</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>lihatlah betapa kasih aku kepada diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila Engkau memisahkan daku daripadanya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>masih juga daku mencari-carinya.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Maulaya, Wahai Pelindung diriku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>selamatkan daku daripada fitnah diriku sendiri</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>janganlah Engkau lepaskan daku kepada sesuatu selain-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>walau sekelip mata jua</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ikatkan daku dengan rantai ubudiah</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>sepanjang hayatku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>agar Engkau sentiasa esa</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>tiada sesuatu menggangu keesaan-Mu.</span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>16: AKU DAN MAKHLUK</span></span></span></strong><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Bila makhluk bertanya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>siapakah yang paling mulia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku menjawab:</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>akulah yang paling mulia</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku sangat berbangga kerana</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Allah adalah Tuhanku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Muhammad s.a.w adalah penghuluku</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ini sudah cukup membuatku berasa kaya dan mulia.</span></span></span><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Bila Engkau bertanya</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>maka aku menjawab:</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>aku adalah yang paling hina, daif dan jahil</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>inilah hamba yang faqir.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>Janganlah Engkau murka</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>lantaran daku berbangga di hadapan makhluk-Mu</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>bila mereka berbangga dengan pangkat, harta dan keturunan</span></span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>izinkan daku berbangga sebagai hamba-Mu.</span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moeltazam.wordpress.com/351/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moeltazam.wordpress.com/351/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moeltazam.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moeltazam.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moeltazam.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moeltazam.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moeltazam.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moeltazam.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moeltazam.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moeltazam.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moeltazam.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moeltazam.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moeltazam.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moeltazam.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moeltazam.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moeltazam.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=351&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/07/puisi-sufi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94f316a915f889d925a1a2d72ccfa6a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">moeltazam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Pengantar</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/07/kata-pengantar/</link>
		<comments>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/07/kata-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 17:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moeltazam</dc:creator>
				<category><![CDATA[tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[hikam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moeltazam.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih. Selawat dan salam kepada junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w, keluarga baginda dan seluruh penolong-penolong agama-Nya. Sebahagian besar generasi terdahulu mendengar kehebatan kitab al-Hikam, mereka mendalaminya, meneliti dan mengutip mutiara yang ada di dalamnya. Perjalanan masa telah merubah manusia, pemergian generasi yang alim dalam bidang tasawuf amat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=48&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<hr />
<div id="attachment_49" class="wp-caption alignleft" style="width: 92px"><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-bjn.jpg"><img class="size-full wp-image-49" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-bjn.jpg?w=510" alt="zam Balen"   /></a><p class="wp-caption-text">zam Balen</p></div>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;">Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih. Selawat dan salam kepada junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w, keluarga baginda dan seluruh penolong-penolong agama-Nya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;">Sebahagian besar generasi terdahulu mendengar kehebatan kitab al-Hikam, mereka mendalaminya, meneliti dan mengutip mutiara yang ada di dalamnya. Perjalanan masa telah merubah manusia, pemergian generasi yang alim dalam bidang tasawuf amat dirasai, sehingga kitab al-Hikam tidak lagi menjadi teks penting dalam pengajian seharian, samada dalam sistem pendidikan formal maupun yang tidak formal; kecuali sedikit. Sebahagiannya memberi alasan istilah dan penggunaan bahasa yang digunakan sukar untuk difahami dengan sebaiknya. Pandangan ini ditambah dengan sikap untuk menjauhi bidang tariqat dan tasawuf, menyebabkan kitab yang bernilai ini diabaikan oleh generasi kini.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;">Oleh itu, terdapat beberapa usaha untuk mentafsirkan kitab al-Hikam yang dilakukan oleh sebahagian ulama, dan ternyata khazanah al-Hikam ibarat air lautan, yang tidak akan kering bahkan lagi jauh penerokaan dilakukan, maka lagi banyak khazanah yang dapat dikeluarkan. Umpama lautan, di permukaan manusia belayar, di dalamnya ribuan jenis makhluk hidup, ikan, udang, ketam dan lainnya, manakala di dasarnya menyimpan jutaan khazanah yang bernilai.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;">Buku Syarah al-Hikam ini merupakan secebis usaha berterusan untuk menggali mutiara yang masih tersembunyi di dalam kitab yang berharga ini. Usaha ini diharapkan dapat menjelaskan kepada umum beberapa persoalan hidup dan kehidupan yang dilalui oleh manusia, kerana putaran kehidupan manusia yang berkisar kepada keperluan zahir dan batin, tidak akan terlepas dari merasai betapa agungnya penciptaan manusia. Akibat fitnah dunia yang dilalui oleh manusia, maka segala khazanah yang berharga telah hilang penilaiannya yang sebenar, menyebabkan manusia bertungkus lumus mencari sesuatu yang akan ditinggalkan; manakala yang akan dibawa diabaikan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;">Kitab ini juga diharapkan dapat memberi rangsangan kepada kita semua untuk mendekati kembali jalan-jalan kebenaran yang sebenar melalui usaha mendekatkan diri terhadap Allah s.w.t. Usaha ini tentulah lebih mudah kerana penulis menjelaskan penunjuk-penunjuk bagi melaluinya. Dengan gaya bahasa yang mudah dan ulasan yang baik, maka diharapkan buku Syarah al-Hikam ini menjadi panduan bagi umat Islam umumnya dan pencinta kebenaran hakiki memahami jalan-jalan yang sebenar bagi mendekatkan diri kepada Allah s.w.t.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;">Semoga dengan petunjuk Ilahi yang memandu kita kepada jalan kebenaran saya mengharapkan buku Syarah al-Hikam ini dapat membantu pembaca memahami khazanah yang amat bernilai yang ada di dalam al-Hikam. Di samping ianya menambah koleksi tafsiran dan syarah terhadap kitab ini yang dilakukan oleh para ulama-ulama yang lain.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;">Saya mengakui penelitian saya yang singkat mungkin terdapat berbagai kelemahan, dan saya mengharapkan agar kita menjadi peneliti yang baik bagi memperindahkan lagi khazanah ilmu ini. Lantaran itu, sebarang pandangan baik dan nasihat yang berguna diharapkan dapat kita kutip samada dari teks asalnya ataupun syarah yang dilakukan oleh penulis.</span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;">Semoga kitab ini dapat dimanfaatkan oleh para pembaca sekalian dan sekaligus memantapkan aqidah dan ibadah kita selaras dengan tugas kita sebagai hamba Allah yang bertaqwa.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;">Sekian, wassalamualaikum wrh wbt.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moeltazam.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moeltazam.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moeltazam.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moeltazam.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moeltazam.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moeltazam.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moeltazam.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moeltazam.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moeltazam.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moeltazam.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moeltazam.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moeltazam.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moeltazam.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moeltazam.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moeltazam.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moeltazam.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=48&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/07/kata-pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94f316a915f889d925a1a2d72ccfa6a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">moeltazam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/zam-bjn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zam Balen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>17 Pintu Masuk Setan</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/01/17-pintu-masuk-setan/</link>
		<comments>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/01/17-pintu-masuk-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 20:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moeltazam</dc:creator>
				<category><![CDATA[setan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moeltazam.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Muhammad Ash Shayim, ada tujuh belas pintu masuk setan ke dalam hati manusia: 1. Kebodohan 2. Marah 3. Cinta dunia, lupa akhirat, dan takut mati. 4. Angan-angan yang muluk, yang tidak disertai usaha. 5. Ambisi. 6. Kikir. 7. Kibr (sombong, angkuh, arogan). 8. Suka dipuji, disanjung, atau &#8220;gila hormat&#8221;. 9. Suka pamer (riya&#8217;). 10. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=44&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/setan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-140" title="setan" src="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/setan.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p><strong><span style="font-size:11px;">Menurut Muhammad Ash Shayim, ada tujuh belas pintu masuk setan ke dalam hati manusia:<br />
1. Kebodohan<br />
2. Marah<br />
3. Cinta dunia, lupa akhirat, dan takut mati.<br />
4. Angan-angan yang muluk, yang tidak disertai usaha.<br />
5. Ambisi.<br />
6. Kikir.<br />
7. Kibr (sombong, angkuh, arogan).<br />
8. Suka dipuji, disanjung, atau &#8220;gila hormat&#8221;.<br />
9. Suka pamer (<em>riya&#8217;</em>).<br />
10. <em>&#8216;Ujub</em> (kagum atau merasa bangga kepada diri sendiri, merasa dirinya hebat dan lebih dari yang lainnya).<br />
11. Suka mengeluh dan tidak sabar.<br />
12. Mengikuti hawa nafsu.<br />
13. Suka berprasangka buruk.<br />
14. Meremehkan, menghina, mengejek, atau merendahkan orang lain, meskipun hanya bercanda.<br />
15. Meremehkan dosa kecil, menganggap enteng dosa, atau beranggapan semua dosa pasti diampuni Allah SWT, sehingga ia dengan ringan/mudahnya berbuat dosa, lalu bertaubat dengan harapan akan diampuniNya.<br />
16. Merasa aman dari murka/azab Allah SWT.<br />
17. Putus asa dari rahmat Allah SWT.</span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moeltazam.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moeltazam.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moeltazam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moeltazam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moeltazam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moeltazam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moeltazam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moeltazam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moeltazam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moeltazam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moeltazam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moeltazam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moeltazam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moeltazam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moeltazam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moeltazam.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=44&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moeltazam.wordpress.com/2008/09/01/17-pintu-masuk-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94f316a915f889d925a1a2d72ccfa6a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">moeltazam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://moeltazam.files.wordpress.com/2008/09/setan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">setan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangunan Alam Mahluq</title>
		<link>http://moeltazam.wordpress.com/2008/08/31/bangunan-alam-mahluq/</link>
		<comments>http://moeltazam.wordpress.com/2008/08/31/bangunan-alam-mahluq/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 20:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>moeltazam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bangunan Alam Mahluq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moeltazam.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[BERSAMA MEMURNIKAN AKIDAH &#38; AKHLAK MUSLIM BANGUNAN ALAM MAKHLUK 1: ALAM SYAHADAH Alam keseluruhannya dinamakan alam kejadian atau alam makhluk atau segala sesuatu yang Allah ciptakan daripada yang sekecil-kecilnya hinggalah ke sebesar-besarnya. Makhluk kejadian Allah boleh dibahagikan kepada tiga peringkat alam. 1: Alam Syahadah 2: Alam Misal 3: Alam Arwah. Alam Syahadah adalah benda dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=36&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#ff0000;"><span>BERSAMA MEMURNIKAN AKIDAH &amp; AKHLAK MUSLIM</span></span></span></strong></p>
<table border="1" width="73%" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#ff0000;">BANGUNAN ALAM MAKHLUK</span></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" width="100%" bgcolor="#999999">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">1: ALAM SYAHADAH</span></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Alam keseluruhannya dinamakan alam kejadian atau alam makhluk atau segala sesuatu yang Allah ciptakan daripada yang sekecil-kecilnya hinggalah ke sebesar-besarnya. Makhluk kejadian Allah boleh dibahagikan kepada tiga peringkat alam.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">1:  Alam Syahadah</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">2:  Alam Misal</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">3:  Alam Arwah.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Alam Syahadah adalah benda dalam erti kata yang luas. Jangan menyangka sesuatu yang jauh dan tidak dapat dipandang dengan mata kasar itu sebagai bukan benda. Jika bintang merupakan benda yang paling jauh kelihatan pada pandangan kita, yang lebih jauh daripada bintang dan tidak dapat dipandang juga termasuk dalam kumpulan kebendaan. Benda atau jisim boleh dibahagikan kepada tiga kategori:</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">1:  Jisim yang boleh dilihat dan dipegang</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">2:  Jisim tipis yang ditembusi pandangan (transparent)</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">3:  Jisim halus yang ghaib.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Ketiga-tiga jenis jisim tersebut boleh didapati di dalam Alam Syahadah. Alam Syahadah pula boleh dibahagikan kepada empat peringkat alam.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">1:  Alam Langit Dunia</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">2:  Alam Bumi</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">3:  Alam Langit-langit</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">4:  Alam al-Kursi Yang Agung.</span></span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ALAM LANGIT DUNIA</span></span></span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Satu bahagian kecil daripada alam ini ialah planet bumi di mana tinggal di atasnya makhluk yang berbangsa manusia. Planet bumi bersama-sama bulan dan planet-planet yang lain berada di dalam satu tingkatan alam yang dinamakan Sistem Matahari. Pada mulanya ahli astronomi menyangkakan matahari menjadi pusat kepada alam. Penemuan kemudiannya menunjukkan matahari hanyalah sebiji bintang di antara jutaan bintang-bintang. Apabila ilmu astronomi semakin maju manusia menemui maklumat bahawa kumpulan bintang-bintang yang sangat banyak membentuk satu galaxy. Ahli astronomi membuat anggaran terdapat kira-kira satu ratus ribu juta bintang dalam galaxy yang ada planet bumi. Bintang-bintang berpusing mengelilingi satu pusat yang dipanggil Pusat Sistem Galaxy. Ahli astronomi membuat kiraan dan mendapati matahari kita mengambil masa 225 juta tahun untuk mengelilingi Pusat Sistem Galaxy satu pusingan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Di samping galaxy yang terkandung planet bumi terdapat pula galaxy-galaxy lain. Bintang-bintang bagi setiap galaxy mengelilingi Pusat Sistem Galaxy masing-masing. Ada ahli astronomi membuat kiraan dan menganggarkan terdapat kira-kira 10 ribu juta galaxy semuanya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Ukuran di antara bintang-bintang dan galaxy-galaxy tidak lagi diukur dengan kiraan batu atau kilometer, tetapi digunakan sukatan tahun cahaya. Cahaya bergerak selaju 186,000 batu satu saat. Hasil kiraan ahli astronomi mendapati jarak matahari kita dengan bintang yang paling hampir ialah 4 ¼ tahun cahaya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Tiap galaxy bergerak dengan kelajuan yang berbeza. Galaxy yang dekat dengan kita lambat pergerakannya sementara yang lebih jauh lebih pantas pergerakannya. Pada jarak tertentu galaxy tidak kelihatan lagi kerana ia sudah lebih laju daripada cahaya lalu membawa cahayanya bersama-sama dan tidak mungkin lagi cahaya tersebut sampai ke bumi. Hasil kiraan ahli astronomi mendapati jarak di mana galaxy membawa cahaya bersama-samanya ialah tidak kurang daripada 13 ribu juta tahun cahaya. Inilah perbatasan ahli astronomi yang dapat dicapai melalui bantuan teleskop yang paling canggih. Kesemua galaxy tersebut berada di dalam satu alam yang bulat dan mengembang seumpama belon yang ditiupkan angin ke dalamnya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Hasil penemuan melalui teleskop melahirkan teori-teori untuk menceritakan keadaan galaxy-galaxy selepas batas teleskop. Timbullah istilah Group, Metagalaxy, Teragalaxy dan sebagainya, sehingga sampai kepada yang tanpa batas (infinity).</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Teori-teori tersebut adalah bersifat mungkin dan agak-agak sahaja. Walaupun bersifat mungkin dan agak-agak tetapi bila disandarkan kepada sains dan teknologi manusia umum dapat menerimanya sebagai kebenaran. Malangnya teori yang dibuat oleh ahli agama berdasarkan kitab ilmu alam yang paling jitu yang ‘ditulis’ sendiri oleh Pencipta alam, tidak dapat diterima umum kerana tidak saintifik. Sains siapa yang lebih hebat di antara sains yang menghidupkan orang ‘mati’ dengan memasukkan darah dan memindahkan organ dengan sains yang membangkitkan orang yang di dalam kubur hanya dengan berkata, :”Bangunlah kamu dengan izin Allah”. Sesungguhnya sains “Dengan izin Allah” tidak dapat dicabar dan tidak mungkin dicabar oleh sains manusia buat selama-lamanya. Oleh itu apabila sains manusia mengaku kalah berpindahlah kepada sains “:Dengan izin Allah”. Pasti keterangan yang lebih lanjut dan jelas dapat diperolehi.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Ahli agama yang mendapat sains “Dengan izin Allah” dinamakan ahli al-hak, ertinya pakar yang sebenarnya. Ada juga kalangan masyarakat menamakan mereka sebagai manusia kebenaran atau orang kebenaran. Malangnya pula manusia kebenaran ini dianggap sebagai orang yang ‘betul bendul’. Tertutuplah rahsianya sebagai ahli sains yang hakiki dan tidak adalah orang yang bertanyakan perkara sains kepadanya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Penghulu kepada sekalian ahli al-hak, Nabi Muhamamd .s.a.w, telah menjelajah ke seluruh alam maya sehingga ke puncak yang paling tinggi, yang tidak ada lagi alam kejadian selepas itu. Baginda s.a.w menceritakan apa yang baginda saksikan. Cerita yang dikhabarkan oleh Rasulullah s.a.w menjadi pedoman bagi ahli al-hak yang lain untuk mencungkil rahsia alam maya, seterusnya membina teori alam maya berdasarkan keterangan Rasulullah s.a.w dan penyaksian mereka sendiri. Bertaburanlah maklumat tentang alam maya yang telah dikeluarkan oleh manusia-manusia kebenaran yang tidak pernah mempelajari sains dan tidak tahu istilah-istilah sains. Mereka menggunakan istilah mereka sendiri. Timbullah teori bumi berada di atas tanduk lembu. Lembu pula berada di atas belakang ikan nun. Lembu memakan rumput yang tumbuh di atas belakang ikan. Apabila lembu bergerak berlakulah kegoncangan di atas bumi. Mendengar teori yang demikian orang terus menutup telinga, tidak masuk akal, Israiliyat dan karut. Padahal teori itu dikeluarkan oleh seorang yang diperakui ilmunya oleh Rasulullah s.a.w kerana baginda sendiri mendoakan agar mengurniakannya ilmu dan kefahaman. Beliau adalah Ibnu Abbas r.a.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Apabila ahli nujum membuat teori mengenai bintang 12, di antara 12 bintang tersebut ada dua bintang yang dinamakan lembu dan ikan. Ada pengaruh mempengaruhi di antara bintang lembu dengan bintang ikan dan juga bintang-bintang lain kepada penduduk di atas muka bumi. Teori ahli nujum tersebut diterima dengan penuh yakin sehingga boleh dikatakan semua orang tahu bintangnya masing-masing. Mereka boleh percaya kepada bintang lembu dan ikan yang dikatakan oleh ahli nujum tetapi menolak perkataan ahli kasyaf yang dapat menyaksikan apa yang tidak dapat dilihat oleh mata kasar.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Kita kembali kepada Alam Langit Dunia. Kita mulai dari satu planet yang bernama bumi di mana kita tinggal di atasnya. Planet yang kita tinggal ini dinamakan bumi kerana kita mendiaminya. Jika kita mendiami bulan maka bulanlah bumi kita. Jika kita mendiami matahari maka mataharilah bumi kita. Jadi, maksud bumi adalah relatif. Yang menjadi identiti bumi ialah ia berada di dalam satu kerangka. Bagi planet bumi kita banjaran gunung-gunung menjadi kerangka. Gunung di atas bulan menjadi kerangka bulan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Apabila planet bumi yang kecil ini berada di dalam satu kumpulan yang mengandungi berjuta-juta bintang ia dinamakan galaxy. Terdapat banyak galaxy sehingga sampai kepada satu peringkat semua galaxy tersebut berada di dalam satu kerangka. Seperti di planet bumi kerangka galaxy juga dinamakan gunung. Ia diistilahkan sebagai Gunung Qaf. Gunung Qaf merupakan satu alam yang luas yang terdapat di dalamnya banyak galaxy. Di samping Gunung Qaf yang planet bumi ada di dalamnya terdapat enam Gunung Qaf yang lain. Jumlah Gunung Qaf semuanya adalah tujuh. Tujuh Gunung Qaf itu berada atau terapung-apung di dalam ruang angkasa yang luas yang dikelilingi oleh satu bulatan yang dinamakan Langit Dunia atau Langit Rendah atau Langit Pertama.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Apabila planet bumi sudah menjadi terlalu kecil dibandingkan dengan kewujudan yang lain, konsep bumi itu pun berubah. Pada peringkat ini satu alam di dalam satu Gunung Qaf dinamakan satu bumi. Tujuh Gunung Qaf menjadi tujuh bumi. Terdapat tujuh bumi yang dilengkungi oleh Langit Dunia. Seluruh alam di dalam Langit Dunia ini dinamakan Alam al-Mulk. Jika istilah  Alam al-Mulk dirasakan tidak sesuai maka boleh juga digunakan istilah Universe. Begitulah keadaan Universe yang digambarkan oleh ahli al-hak berdasarkan penyaksian mata hati mereka.</span></span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ALAM BUMI</span></span></span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Langit Dunia, iaitu langit pertama merupakan permulaan Alam Malakut Bawah yang dinamakan juga Alam Barzakh, tempat roh yang meninggalkan jasad berhenti sementara menunggu ditiup sangkakala. Langit Dunia dengan segala isinya menjadi satu alam kecil terapung di dalam ruang angkasa alam Langit Kedua. Begitulah keadaannya sehinggalah sampai ke alam Langit Ketujuh.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Selepas Langit Ketujuh terdapat satu tingkat Alam Ghaib, bukan lagi Alam Syahadah. Alam Ghaib ini terdiri daripada benda juga Cuma ia ghaib daripada pancaindera. Bahagian pertama daripada Alam Ghaib ini dinamakan Sidratul Muntaha. Sidrat bermakna pokok bidara dan muntaha bermakna yang penghabisan. Sidratul Muntaha bermakna pokok bidara yang penghabisan. Ia merupakan satu tingkat alam yang menjadi perbatasan, tempat berhenti perjalanan dan ilmu makhluk yang dari alam atas dengan alam bawah. Apa sahaja yang datang dari bawah terhenti di Sidratul Muntaha dan apa sahaja yang turun dari atas juga terhenti di Sidratul Muntaha. Hanya yang mendapat keizinan dapat menyeberangi perbatasan ini.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Peristiwa mikraj menceritakan, “Kemudian baginda s.a.w sampai ke langit ke tujuh…tiba-tiba didapatinya Nabi Ibrahim a.s…Kemudian aku (Nabi Muhamamd s.a.w diangkat ke Sidratul Muntaha. Tiba-tiba kelihatan buahnya seperti tempayan dan daunnya seperti telinga gajah”.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Pada planet bumi kita ada pulau-pulau seperti tempayan dan semenanjung seperti telinga gajah. Alam Sidratul Muntaha juga mempunyai ciri-ciri yang demikian.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Pada bahagian tengah Sidratul Muntaha terdapatlah Baitul Makmur yang menjadi pusat pentadbiran alam bawah. Di bahagian atas Sidratul Muntaha terdapat satu lagi bahagian Alam Ghaib yang dinamakan al-Kursi berbentuk empat persegi. Seluruh alam maya yang diperkatakan hingga kini berada di dalam ruang alam al-Kursi yang ghaib ini. Al-Kursi pula menjadi alam yang kecil di dalam ruang alam Arasy ar-Rahman, yang masih lagi di dalam peringkat Alam Ghaib. Di bawah daripada Arasy ar-Rahman terdapat satu kumpulan syurga tujuh tingkat: Darul Jalal, Darussalam, Jannatul Ma’wa, Jannatul Khuldi, Jannatul Na’im, Jannatul Firdaus dan Jannatul ‘Adn.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Di kanan Arasy ar-Rahman terdapat pula sempadan yang memisahkan alam yang di atasnya dengan alam yang di bawahnya, dinamakan Sidratul Muntaha kedua. Arasy ar-Rahman dan Sidratul Muntaha kedua berada di dalam ruang angkasa bulatan Alam Syahadah semula yang dinamakan al-Mastawa. Al-Mastawa bukan lagi Alam Ghaib tetapi alam nyata. Pada keliling permukaan al-Mastawa terdapat Loh Mahfuz yang padanya al-Qalam menulis perintah Allah.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Al-Mastawa dengan segala isi kandungannya berada dalam satu bulatan alam yang juga Alam Syahadah, yang dinamakan Bumi Rendah atau Bumi Pertama. Alam Bumi Pertama ini dikelilingi oleh tiga lapisan alam. Lapisan pertama dinamakan Alam Laut. Lapisan Kedua dinamakan Alam Angin. Lapisan ketiga dinamakan Alam Kegelapan. Semuanya berada di dalam ruang angkasa Bumi Kedua. Bumi Kedua berada di dalam ruang angkasa Bumi Ketiga dan Begitulah seterusnya hingga ke Bumi Ketujuh.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Semua peringkat alam sehingga alam Bumi Ketujuh berada di dalam ruang angkasa bulatan alam yang dinamakan Alam Gunung Kemurkaan. Alam Gunung Kemurkaan berada di dalam bulatan alam yang dinamakan Alam Lautan Kegelapan. Di dalam Alam Lautan Kegelapan di bawah Alam Gunung Kemurkaan terdapat an-Nar atau neraka. Ada tujuh tingkat neraka: Jahannam, Sa’ir, Luzi, Huthamah, Jahim, Saqar dan Hawiyah.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Alam Lautan Kegelapan dikelilingi oleh lapisan alam yang dinamakan Alam Kegelapan. Di dalamnya terdapat Sijjin, penjara tempat disimpan roh-roh dan catatan amalan orang-orang kafir. Mengelilingi Alam Kegelapan ialah Alam Gunung Pendakian. Alam Gunung Pendakian dengan segala isinya berada di dalam kerangka yang dinamakan juga Gunung Qaf. Semua peringkat alam yang diperkatakan hingga kini termasuklah Gunung Qaf terakhir ini diistilahkan sebagai Alam Bumi. Ia masih di dalam peringkat Alam Malakut Bawah atau Alam Barzakh.</span></span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>ALAM LANGIT-LANGIT</span></span></span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Alam Bumi bergerak pada satu lakaran mengelilingi satu pusat yang dinamakan Kalbu Langit-langit. Selepas lakaran pusingan Alam Bumi ada pula tujuh lakaran lain, menjadikan lapan lakaran semuanya. Pada lakaran pertama hanya Alam Bumi berpusing mengelilingi Kalbu Langit-langit. Pada lakaran kedua terdapat 70,000 bulatan alam-alam mengelilingi Kalbu Langit-langit. Begitu juga pada lakaran ketiga sehingga lakaran ke lapan. Bulatan alam pada tujuh lakaran selepas lakaran Alam Bumi tersebut dinamakan Alam Langit-langit tujuh lapis. Alam Langit-langit ini sangat indah dan menjadi syurga Barzakh yang sekarang didiami oleh para malaikat. Ini adalah kumpulan syurga yang kedua, jua mempunyai tujuh tingkat dan memakai nama yang sama seperti syurga kumpulan pertama.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Selepas lakaran pusingan Alam Langit-langit ada satu lagi lakaran yang ke sembilan. Pada lakaran yang ke sembilan ini terdapat dua belas buah bulatan alam yang juga mengelilingi Kalbu Langit-langit. Alam yang dua belas ini dinamakan Buruj Alam Atas.  Dan diberi nama mengikut lambang malaikat yang memerintah pada setiap alam tersebut: biri-biri, lembu, kembar dua, ketam, singa, gadis, neraka, busur panah, kambing, timba dan ikan. Begitulah nama 12 Buruj Alam Atas.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Sebenarnya terdapat juga Buruj Alam Bawah, iaitu bintang-bintang tertentu dalam Langit Dunia yang menjadi tempat pengawalan malaikat, menjaga supaya tidak ada syaitan yang dapat naik ke atas untuk mencuri maklumat dari alam atas. Mana-mana syaitan cuba menceroboh akan dipanah dengan panah api. Buruj Alam Atas pula bukanlah bintang tetapi adalah 12 buah alam yang sangat luas.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Planet bumi tempat kita tinggal ini apabila ia berpusing satu pusingan pada paksinya terjadilah satu hari. Apabila ia berpusing satu pusingan mengelilingi matahari terjadilah satu tahun matahari. Alam Bumi yang besar di dalam Alam Barzakh itu apabila berpusing satu pusingan di atas paksinya satu hari Alam Bumi yang dinamakan Hari Allah, bersamaan dengan satu ribu tahun matahari.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Dan satu hari di sisi Tuhan kamu adalah seribu tahun mengikut hitungan kamu”. (Surah al-Hajj, ayat 47).</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Ukuran kelajuan pada peringkat ini bukan lagi kelajuan cahaya tetapi kelajuan malaikat, nur yang jauh lebih seni daripada sebarang cahaya yang diketahui.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“”Malaikat dan roh naik kepada-Nya pada satu hari yang kadar ukurannya lima puluh ribu tahun”. (Surah al-Ma’arij, ayat 4).</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Satu hari perjalanan malaikat bersamaan lima puluh ribu tahun matahari.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Kalbu Langit-langit memancarkan nur keseluruh alam-alam di sekelilingnya. Nur yang dipancarkan itu adalah ilmu Allah. Malaikat katibun menerima pancaran tersebut dan menulisnya di Loh Mahfuz dalam Alam Bumi.</span></span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;"><span>AL-KURSI YANG AGUNG</span></span></span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Semua alam-alam yang diperkatakan sehingga ini berada di dalam ruang angkasa al-Kursi al-A’dzam (al-Kursi Yang Agung), yang menjadi batas terakhir Alam Syahadah. Alam selepas al-Kursi Yang Agung ini adalah Alam Ghaib yang dinamakan Alam Misal.</span></span></p>
<hr />
<table border="0" width="100%" bgcolor="#999999">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">2: ALAM MISAL</span></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Alam Syahadah yang berbataskan al-Kursi Yang Agung dengan segala isinya berada di dalam ruang angkasa Alam Ghaib yang dinamakan al-Arasy al-Majid (al-Arasy Yang Megah), yang sudah termasuk dalam peringkat Alam Misal. Rasulullah s.a.w memberi gambaran tentang keluasan al-Arasy al-Majid, “Hai Abu Zar. Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh di sisi al-Kursi hanya seumpama sebentuk cincin di atas padang pasir luas, dan al-Kursi di sisi al-Arasy hanya seumpama sebentuk cincin di atas padang pasir yang luas pula. Lebihnya al-Arasy daripada al-Kursi seperti lebihnya padang pasir yang luas daripada sebentuk cincin tersebut”.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Di bawah al-Arasy al-Majid terdapat pula sempadan yang memisahkan makhluk alam bawah daripada makhluk alam atas. Sempadan ini dinamakan Sidratul Muntaha ke tiga. Al-Arasy al-Majid mempunyai 18,000 tiang. Di sisi tiap-tiap tiang terdapat gugusan alam-alam yang merupakan syurga kumpulan ke tiga. Syurga kumpulan ini dinamakan Jannatul Firdaus Atas. Ia merupakan salah satu syurga yang tidak binasa bila berlaku kiamat. Syurga Jannatul Firdaus Atas  menjadi sempadan terakhir Alam Barzakh atau Alam Malakut Bawah. Al-Arasy al-Majid yang di dalamnya terkandung Alam Barzakh, sudah termasuk di dalam peringkat Alam Malakut Atas.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Al-Arasy al-Majid mengelilingi satu pusat, pada satu lakaran. Pusat yang dikelilingi oleh al-Arasy al-Majid ini dinamakan Kalbu Alam. Lakaran pusingan al-Arasy al-Majid merupakan salah satu daripada seribu lakaran. Pada setiap lakaran itu terdapat satu buah alam yang besarnya lebih kurang sebesar al-Arasy al-Majid. Jadi, terdapat seribu alam-alam mengelilingi Kalbu Alam. Alam-alam tersebut dinamakan alam Arasy-arasy. Kalbu Alam menjadi pusat dan menguasai Arasy-arasy tersebut.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Al-Arasy al-Majid sama dengan Arasy-arasy yang lain terletak di dalam ruang angkasa alam yang dinamakan Alam Hijab. Alam Hijab yang mengandungi Arasy-arasy ini berada di dalam peringkat Alam Hijab yang lain pula, berlapis-lapis sehingga 70,000 lapis bagi satu peringkat Alam Hijab yang dinamakan Hijab Nur Putih. Kemudian ia diikuti oleh peringkat Alam Hijab yang lain, hinggalah kepada beberapa peringkat. Setiap peringkat mengandungi 70,000 lapisan Hijab. Peringkat terakhir dinamakan Hijab Ketunggalan, yang juga terdiri daripada 70,000 lapisan. Peringkat Hijab Ketunggalan berakhir dengan lapisan Hijab yang dinamakan Hijab Hamparan Emas.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Alam-alam bermula daripada al-Arasy al-Majid hingga ke lapisan Hijab Hamparan Emas merupakan syurga yang dinamakan Iliyyun. Ia juga terdiri daripada tujuh tingkat seperti syurga-syurga yang lain. Di Iliyyun inilah disimpan catatan amalan orang-orang yang beriman yang baik-baik.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Di atas permukaan Hijab Hamparan Emas terdapat umbi bagi Sidratul Muntaha ke empat.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Seluruh alam yang dinyatakan sehingga ini berada di dalam ruang alam yang dinamakan al-Arasy al-Karim (al-Arasy yang mulia). Ia menjadi batasan terakhir Alam Misal.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Manusia yang berada dalam Alam Syahadah di planet bumi, lebih-lebih lagi yang terkongkong dengan alam jasad, hanya memandang kepada yang zahir atau nyata sahaja. Akal fikirannya sukar menggambarkan betapa seninya jisim pada Alam Misal. Tetapi bagi seorang insan yang tinggi makamnya di sisi Allah dapat masuk ke dalam Alam Misal dan melihat keadaan di dalam alam tersebut, dan mendapati Alam Misal adalah satu alam yang boleh disaksikan dan dirasa, seperti Alam Syahadah juga. Apa yang ghaib itu apabila dibukakan ia menjadi nyata dan boleh berinteraksi dengannya. Jika ada kerusi di dalam alam ghaib itu maka kerusi tersebut boleh diduduki. Jika ada buah-buahan di sana maka buah-buahan tersebut boleh dimakan. Begitu juga air yang ada di sana.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Jisim tipis dalam Alam Misal dipanggil an-Nuur. Jisim bersifat nuur adalah jisim yang sangat murni. Ia juga merupakan benda-benda seperti benda-benda yang ada dalam Alam Syahadah. Ada yang bercahaya menyilaukan pandangan, ada yang cair seperti air dan ada yang padat seperti tanah dan logam. Tetapi ia lebih murni, lebih indah dan lebih ajaib daripada apa yang ada dalam Alam Syahadah.</span></span></p>
<hr />
<table border="0" width="100%" bgcolor="#999999">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">3: ALAM ARWAH</span></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Peringkat terakhir Alam Misal ialah al-Arasy al-Karim, selepasnya bermula pula Alam Arwah (Alam Roh). Pada Alam Arwah terdapat juga alam-alam Hijab. Seluruh al-Arasy al-Karim bersama-sama segala isi kandungannya berada di dalam bulatan sejenis Alam Hijab yang lebih ghaib dan lebih seni. Ada beberapa peringkat Alam Hijab dalam Alam Arwah. Setiap peringkat ada 7,000 lapis Hijab. Lapisan pertama daripada Alam Hijab itu dinamakan Hijab Permata.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Hadis mengenai mikraj menceritakan, “Hingga aku sampai pada Hamparan Emas. Kemudian aku maju lagi bersama malaikat wakil Hijab Hamparan Emas terus ke Hijab Permata, lalu mengetuk-ngetuknya. Berkata malaikat di belakang Hijab, ‘Siapa ini?’ Ia menjawab, ‘Tuan punya Hijab Hamparan Emas dan ini Muhammad Rasul Rabbil ‘Izzati’. Berkata malaikat itu, ‘Allahu Akbar!’ Ia pun menghulurkan tangannya dari bawah Hijab dan meletakkan daku di hadapannya. Begitulah keadaannya dari satu Hijab kepada Hijab yang lain hingga aku melampaui 70,000 Hijab, tebal tiap-tiap Hijab 500 tahun”.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Maka meluncurlah bersamaku malaikat itu lebih cepat dari sekelip mata hingga sampai ke Hijab Permata. Ia mengetuk pintu Hijab. Berkata malaikat dari sebalik Hijab, ‘Siapa ini?’ Ia berkata, ‘Saya tuan punya Hamparan Emas. Ini Muhamamd Rasul al-‘Arabi bersamaku.’ Berkata malaikat itu, ‘Allahu Akbar!’ Lalu ia mengeluarkan tangannya dari bawah Hijab hingga dia meletakkan daku dihadapannya. Begitulah keadaannya dari satu Hijab kepada Hijab yang lain. Tiap-tiap satu Hijab perjalanannya lima ratus tahun dan di antara satu Hijab dengan Hijab yang lain lima ratus tahun”.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Semua lapisan Alam Hijab bermula selepas al-Arasy al-Karim merupakan syurga-syurga yang dipanggil secara tunggal dengan nama Darul Khulud, negeri yang abadi. Ia juga mengandungi tujuh tingkat dengan tujuh nama seperti syurga-syurga yang lain. Jannatul ‘And merupakan syurga yang paling tinggi, paling besar dan paling indah. Di dalamnya ada Syajaratul Thubi, pokok thubi, yang terdapat padanya satu syurga yang menjadi induk bagi semua syurga, dinamakan Darul Qarar, negeri ketetapan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Di atas Jannatul ‘And adalah al-Arasy al-‘Adzim, arasy yang besar. Ia dinamakan juga al-Arasy al-Muhith, arasy yang meliputi, maksudnya meliputi seluruh alam makhluk. Al-Arasy al-‘Adzim merupakan bulatan terakhir atau kerangka yang paling luar bagi seluruh alam kejadian, alam makhluk atau apa sahaja yang Allah ciptakan. Al-Arasy al-‘Adzim mengandungi 70 juta lapisan kulit-kulit yang di antara satu kulit dengan kulit yang lain terdapat ruang angkasa. Al-Arasy al-‘Adzim dijadikan daripada nuur, jisim yang bersifat nurani, lagi seni dan tinggi. Hadis menceritakan tentang nuur al-Arasy al-’Adzim, “Diliputi pada tiap-tiap hari oleh seribu warna dari nuur”.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“(Diliputi) 70,000 warna dari nuur, tiada dapat dipandang kepadanya oleh seorang pun dari makhluk”.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Nuur al-Arasy al-‘Adzim kalau dizahirkan kepada penduduk dunia ini dan (dalam keadaan) ia telah merendahkan diri (kepada Allah) nescaya lemah cahaya matahari bersamanya sebagaimana lemah cahaya pelita bersamanya (cahaya matahari) dan lebih kurang lagi”.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Meskipun nuur al-Arasy al-‘Adzim itu sangat kuat namun, orang yang mencapai makam yang tinggi pada sisi Allah dapat mendekatinya tanpa terjadi apa-apa dan mendapatinya suatu jisim alam yang sangat indah, tiada bandingannya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Di bawah al-Arasy al-‘Adzim ada pula Loh Mahfuz yang kedua. Catatan yang tertulis di sini diambil oleh malaikat dan diturunkan kepada Kalbu Alam yang kemudian memancarkannya kepada Alam-alam Arasy, termasuklah al-Arasy al-Majid. Dari al-Arasy al-Majid ia diturunkan pula kepada Kalbu Langit-langit yang kemudiannya dipancarkan kepada Alam Langit-langit termasuklah Alam bumi di dalam Alam Barzakh. Begitulah salah satu      cara perintah Tuhan turun seperingkat demi peringkat hingga sampai kepada masing-masing yang telah ditentukan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Di bahagian atas al-Arasy al-‘Adzim yang paling luar dan paling  tinggi terdapat satu alam yang besar dan indah dinamakan Qubah. Ia merupakan tempat yang paling tinggi dalam seluruh alam makhluk. Qubah ini merupakan syurga yang lebih indah daripada syurga-syurga yang lain. Ia juga terdiri daripada tujuh peringkat syurga seperti syurga-syurga yang lain.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Di dalam alam Qubah yang besar ini, pada bahagian yang paling atas, terdapat satu Qubah yang lebih kecil yang terdiri dari Permata Putih, berupa seperti sebuah mahligai yang besar terapung di ruang angkasa Qubah besar. Qubah Permata Putih ini merupakan tempat terakhir perjalanan mikraj Rasulullah s.a.w.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Qubah besar menjadi pusat pentadbiran alam di bawahnya sebagaimana Baitul Makmur menjadi pusat pentadbiran alam yang lebih bawah. Qubah yang kecil pula menjadi inti atau istana bagi Qubah besar.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Apabila dilihat kepada keseluruhan alam makhluk maka bahagian yang ada Qubah itu diisyaratkan sebagai bahagian atas. Jika dibandingkan dengan sebiji buah maka Qubah itu adalah umpama tampuk yang menentukannya sebagai bahagian atas dan lawannya sebagai bahagian bawah.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Hingga kepada al-Arasy al-‘Adzim yang terdiri daripada 70 juta lapisan dengan Qubah di bahagian atasnya, maka tamatlah perbicaraan mengenai Alam Malakut Atas dan berakhir juga ilmu manusia tentang alam. Al-Arasy al-‘Adzim itulah kerangka alam. Ia adalah sebesar-besar makhluk. Seluruh alam atau kejadian yang Tuhan jadikan berada di dalamnya. Sekaliannya dinamakan Alam sahaja, atau dinamakan juga Alam Kejadian atau Alam Makhluk atau A’yan Luar atau al-Mumkinat (segala yang mungkin) atau Alam Yang Baharu atau Yang Selain Allah. Semuanya menggambarkan apa yang termasuk di dalam kalimah “KUN” (jadilah kamu).</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Jisim dalam Alam Arwah bersifat latif atau halus atau murni atau terlebih ghaib. Insan yang tinggi makamnya pada sisi Allah memasuki alam yang terlebih ghaib ini dan mendapati alam ini sama seperti Alam Syahadah juga, berjisim dan berbentuk benda dalam bebagai-bagai keadaan yang boleh disaksikan dan dirasa. Jadi, seluruh alam, iaitu Alam Syahadah, Alam Misal dan Alam Arwah merupakan alam  benda  yang jika diizinkan boleh disaksikan samada dengan pancaindera ataupun dengan hati. Hati insan bersifat nurani, sama seperti sifat Alam Malakut. Kekuatan pancaran nuurnya boleh menembusi tujuh petala langit dan tujuh petala bumi untuk menyaksikan dan memperolehi makrifat tentang Alam Makhluk atau Alam Kejadian.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Orang yang dilapangkan dadanya oleh Allah untuk menerima Islam lalu ia beroleh nuur dari Tuhannya”. (Surah az-Zumar, ayat 22).</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Allah jualah nuur bagi semua langit dan bumi”. (Surah an-Nuur, ayat 35).</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Perumpamaan nuur-Nya seperti sebuah lubang di dinding di dalamnya mengandungi pelita. Pelita itu berada di dalam kaca. Kaca itu bagaikan bintang berkilau-kilauan. Dinyalakan dari pohon kayu yang berkat iaitu minyak zaitun yang bukan dari timur dan bukan dari barat. Hampir minyaknya mengeluarkan cahaya dengan sendirinya biarpun tidak disentuh api”. (Surah an-Nuur, ayat 35).</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Nuur di atas nuur”. (Surah an-Nuur, ayat 35).</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Dipimpin Allah kepada nuur-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (Surah an-Nuur, ayat 35).</span></span></p>
<hr />
<table border="0" width="100%" bgcolor="#999999">
<tbody>
<tr>
<td><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">PENUTUP</span></span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Bagaimana ahli al-kasyaf menyaksikan alam yang begitu luas dan jauh? Adakah dia perlu menaiki sejenis kenderaan dan terbang ke seluruh alam maya untuk menyaksikannya? Nabi Muhamamd s.a.w telah menaiki boraq dan mengembara ke seluruh alam di bawah bumbung Langit Dunia (Langit Pertama). Kemudian baginda s.a.w mikraj menggunakan tangga yang dihulurkan dari alam atas seumpama lif yang dibawa turun dari tingkat atas. Tetapi boraq hanya untuk kegunaan nabi-nabi tidak bagi manusia biasa, walaupun seorang yang kasyaf. Namun, Allah s.w.t mempunyai caranya sendiri untuk memperlihatkan alam ciptaan-Nya kepada sesiapa yang Dia kehendaki.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Cuba kamu pandang kepada sebuah bangunan. Kamu dapat melihat bangunan tersebut kerana ada cahaya dari sumber cahaya iaitu matahari. Cahaya matahari menerpa ke arah bangunan itu lalu membawa seluruh bangunan tersebut kepada mata kamu. Mata kamu juga bercahaya sebagai persediaan untuk menerima pancaran cahaya matahari yang datang. Jika mata kamu terpejam atau berselaput tidak mungkin cahaya matahari boleh memasukinya. Pertemuan cahaya matahari dari atas dengan cahaya mata di bawah melahirkan gambar pada belakang bola mata kamu. Gambar yang tertera pada skrin bola mata kamu itu dalam keadaan terbalik. Otak berperanan membetulkannya kembali. Otak boleh berfungsi sebagai kesan aktiviti akal. Akallah yang melihat bangunan tersebut. Seluruh bangunan yang begitu besar boleh masuk ke dalam akal kamu.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Andainya kamu berada di tempat yang tinggi dan pandangan kamu cukup kuat maka kamu boleh melihat seluruh planet bumi berada di dalam akal kamu. Akal kamu menjadi seperti satu ruang angkasa yang luas yang memuatkan planet bumi. Jika kamu berada pada tempat yang lebih tinggi dan pandangan kamu lebih kuat kamu akan dapat menyaksikan seluruh Alam Syahadah. Begitulah keadaannya hingga kamu dapat melihat seluruh Alam Misal dan Alam Arwah. Jadilah diri kamu seolah-olah satu ruang angkasa yang di dalamnya terapung-apung seluruh alam makhluk.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Jika kamu memandang kepada sebuah bangunan maka bangunan itu yang datang kepada kamu bukan kamu yang pergi kepadanya. Kamu tidak bergerak satu langkah pun. Begitu juga keadaan ahli al-kasyaf yang tidak bergerak dari tikar sembahyangnya namun dia dapat menyaksikan seluruh alam makhluk. Keadaan ini boleh terjadi kerana Allah jualah nuur bagi langit dan bumi. Nuur-Nya juga memancar di dalam kalbu orang mukmin. Nuur di atas nuur. Nuur dari alam atas membawa turun seluruh alam kejadian dan dapat ditangkap oleh nuur di bawah iaitu kalbu orang mukmin. Jadi, kalbu orang mukmin itu meliputi seluruh alam makhluk tanpa dia perlu terbang ke mana-mana.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Dipimpin Allah kepada nuur-Nya siapa yang Dia kehendaki”.</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“Katakanlah: Roh adalah urusan Tuhanku”.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Urusan Tuhan, inilah makam terakhir seorang hamba. Tidak ada apa-apa lagi padanya melainkan urusan Tuhan. Apabila dia sudah larut di dalam urusan Tuhan maka urusan Tuhanlah yang memperjalankannya ke seluruh alam maya hingga terdampar ke Sidratul Muntaha. Seterusnya memanjat ke Qubah yang menjadi puncak segala alam kejadian. Tidak ada apa-apa lagi kecuali:</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">“ALLAH, RABBIL ‘IZZATI!’</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Allah jualah yang memiliki Hijab Yang Teguh.</span></span></p>
<hr size="1" /><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Selesai perbicaraan mengenai Alam Makhluk. Semoga saudara-saudara tidak memandang alam dalam sekop yang sempit sehingga berasa curiga bagaimana orang kafir boleh pergi ke bulan yang kononnya sudah termasuk bahagian alam langit. Semoga perbicaraan ini lebih membuat saudara mengagumi kebesaran dan kebijaksanaan Allah menciptakan alam makhluk ini.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Saudara anda di dalam Islam</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Multazam Al-Ma&#8217;ruf</span></span><br />
<span style="font-family:Arial,Helvetica;"><span style="color:#000000;">Balen &#8211; Bojonegoro</span></span>Surabaya &#8211; Jawa Timur</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/moeltazam.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/moeltazam.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/moeltazam.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/moeltazam.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/moeltazam.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/moeltazam.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/moeltazam.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/moeltazam.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/moeltazam.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/moeltazam.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/moeltazam.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/moeltazam.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/moeltazam.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/moeltazam.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/moeltazam.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/moeltazam.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=moeltazam.wordpress.com&amp;blog=4670224&amp;post=36&amp;subd=moeltazam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://moeltazam.wordpress.com/2008/08/31/bangunan-alam-mahluq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94f316a915f889d925a1a2d72ccfa6a5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">moeltazam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
